Kasus Pemerkosaan Tentara Wanita di Istana Prancis, Pelaku Mabuk-mabukan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 10:31 WIB
This picture shows the Elysee Palace in Paris on November 10, 2021. (Photo by Ludovic MARIN / AFP)
Istana Elysee, Paris (Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)
Paris -

Harian Prancis, Liberation, melaporkan pelaku pemerkosaan terhadap tentara wanita Prancis terus minum alkohol dalam acara resepsi perpisahan seorang jenderal di Istana Kepresidenan Elysee, Paris. Mereka minum-minum usai Presiden Emmanuel Macron, yang sempat hadir, sudah meninggalkan Istana.

"Kedua tentara itu adalah bagian dari kelompok yang terus minum setelah Macron meninggalkan resepsi sekitar pukul 10:00 malam, meskipun ada kewajiban menahan diri bagi pegawai negeri yang bekerja di Elysee," kata surat kabar itu, seperti dilansir AFP, Minggu (14/11/2021).

Kedua tentara yang terlibat dalam dugaaan pemerkosaan itu merupakan sesama rekan kerja di kantor staf umum dengan keamanan tinggi di Istana Elysee, yang bertanggung jawab atas masalah sensitif pemerintah, yang kebanyakan bersifat rahasia atau sangat rahasia.

Beberapa jam usai acara, tentara wanita tersebut melaporkan dugaan pemerkosaan yang dialaminya ke kantor polisi terdekat.

"Tentara wanita yang tidak disebutkan namanya itu langsung melaporkannya ke kantor polisi terdekat segera setelah pemerkosaan terjadi," demikian dilaporkan Liberation.

Polisi Sempat Mengamankan Terduga Pelaku

Menurut laporan Liberation, polisi yang menerima laporan pemerkosaan langsung bertindak cepat. Tentara yang diduga sebagai 'pemerkosa' diamankan untuk diinterogasi.

"Polisi menahan tentara yang dituduh, seorang perwira non-komisi, untuk diinterogasi sebelum pembebasannya, dan Menteri Pertahanan Florence Parly telah memerintahkan penyelidikan paralel yang dapat membawanya ke hadapan komite disiplin," kata Liberation.

Sumber peradilan mengkonfirmasi bahwa terduga pelaku pemerkosaan telah dinyatakan sebagai saksi pembantu usai diinterogasi oleh jaksa pada 12 Juli lalu. Dengan demikian saat ini pelaku masih belum didakwa secara resmi lantaran interogasi masih terus dilakukan.

Simak juga 'Waligereja Prancis soal Pelecehan Seks Anak: Hukum di Atas Pengakuan Dosa':

[Gambas:Video 20detik]