Kelompok Pemberontak di Kongo Serang Rumah Sakit, 5 Warga Sipil Tewas

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 04:30 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Kongo -

Kelompok pemberontak ADF telah menyerang sebuah rumah sakit di Republik Demokratik Kongo (DRC). Akibat serangan itu, lima orang warga sipil tewas dan dua orang lagi disandra.

"ADF menyerang sebuah pusat kesehatan untuk menyimpan persediaan medis, kemudian membakar rumah sakit pada Kamis malam hingga Jumat," kata seorang juru bicara militer di kota timur Beni di Provinsi Kivu Utara, seperti dilansir dari AFP, Sabtu (13/11/2021).

"Mereka membunuh sedikitnya lima warga sipil," tambahnya, sebelum tentara tiba dan berhasil membunuh delapan anggota ADF dalam bentrokan di desa Kisunga di selatan.

Seorang pemimpin warga sipil setempat, Roger Wangeve, mengatakan korban tewas termasuk seorang penjaga rumah sakit, seorang penjaga yang sakit dan seorang pasien.

"Mereka menyandera dua perawat laki-laki dengan jumlah orang lain yang tidak diketahui," ucapnya.

Pasukan Demokrat Sekutu (ADF) adalah yang paling mematikan dari sejumlah kelompok bersenjata di timur negara itu dan Amerika Serikat secara resmi menghubungkannya dengan apa yang disebut Negara Islam (IS). Kivu Utara dan provinsi tetangga Ituri telah berada di bawah 'keadaan pengepungan' sejak Mei, dalam upaya untuk meningkatkan serangan militer terhadap pemberontak.

ADF muncul pada 1990-an sebagai koalisi kelompok bersenjata Uganda, yang terbesar terdiri dari Muslim, yang menentang Presiden Uganda Yoweri Museveni. Kelompok itu pindah ke DRC timur pada tahun 1995, dengan membangun dirinya di Pegunungan Rwenzori di Kivu Utara. Pelacak Keamanan Kivu, menyalahkan ADF atas lebih dari 1.200 kematian di daerah Beni sejak 2017.

(fas/fas)