PM Polandia Tuding Putin Dalangi 'Serangan' Migran dari Belarusia

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 03:15 WIB
Jakarta -

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki menuding Presiden Rusia Vladimir Putin mengatur gelombang migran yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mencoba memasuki Polandia secara ilegal dari Belarusia. Morawiecki mengatakan "serangan" itu mengancam untuk mengacaukan Uni Eropa.

Dilansir dari AFP, Rabu (10/11/2021), tuduhan itu muncul ketika ribuan migran yang putus asa terjebak dalam cuaca dingin di perbatasan Belarusia-Polandia, di mana kehadiran pasukan dari kedua belah pihak telah menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi.

Kritikus Barat selama berbulan-bulan mengatakan pemimpin kuat Belarus Alexander Lukashenko memikat para migran dari Timur Tengah ke negaranya dan kemudian mengirim mereka melintasi perbatasan sebagai pembalasan atas sanksi Uni Eropa.

"Ini adalah bagian dari pendekatan yang tidak manusiawi dan benar-benar bergaya gangster dari rezim Lukashenko," kata juru bicara Komisi Eropa, Peter Stano, kepada wartawan Selasa.

Belarusia membantah klaim tersebut dan menuduh anggota UE Polandia melanggar hak asasi manusia dengan menolak mengizinkan para migran masuk.

"Kami tidak mencari perlawanan," kata Lukashenko kepada kantor berita negara Belta.

"Saya bukan orang gila, saya mengerti betul ke mana arahnya," tambahnya.

"Tapi kami tidak akan berlutut."

Morawiecki mengunjungi penjaga, tentara dan polisi di perbatasan pada Selasa sebelum mengalihkan pandangannya ke Rusia, pendukung internasional utama Belarusia.

"Serangan yang dilakukan Lukashenko ini memiliki otak di Moskow, dalangnya adalah Presiden Putin," kata Morawiecki kepada parlemen Polandia.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyalahkan "petualangan" militer Barat di Timur Tengah karena mendorong para migran meninggalkan wilayah tersebut.

Dia juga menyerukan "pendekatan unik" untuk diadopsi bagi para migran yang tiba di UE.

"Mengapa, ketika menyangkut pengungsi yang menuju Uni Eropa dari Turki, apakah UE menyediakan dana untuk menahan mereka di wilayah Turki?" katanya kepada wartawan.

"Mengapa orang Belarusia tidak dapat dibantu dengan cara yang sama?," lanjutnya.

(eva/eva)