Belgia Gerebek Barak Militer Selidiki Tentara Terlibat Kelompok Radikal

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 03:39 WIB
Belgian soldiers arrive at the Nationaal Park Hoge Kempen in Maasmechelen, on May 21, 2021 as hundreds of police and army personnel were deployed on the hunt for Jurgen Conings, 46, after his abandoned vehicle was found in the area near the Dutch border on May 18, 2021 in the evening with four rocket launchers inside. (Photo by LAURIE DIEFFEMBACQ / Belga / AFP) / Belgium OUT
Ilustrasi tentara Belgia (Foto: AFP/LAURIE DIEFFEMBACQ)
Jakarta -

Pihak berwenang Belgia menggeledah sebelas lokasi termasuk 3 barak militer. Penggeledahan dilakukan untuk menyelidiki terhadap tentara yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok ekstrem kanan.

Dilansir AFP, Rabu (3/11/2021) operasi itu dilakukan setelah ditemukan seorang tentara radikal, Jurgen Conings pada bulan Juni lalu. Hal itu memicu perburuan besar-besaran selama sebulan, setelah ia hilang dengan senjata militer

Conings mengancam akan menargetkan pejabat negara dan ahli virologi terkenal. Jasad Conings kemudian ditemukan di hutan setelah bunuh diri dengan senjata api.

Penggerebekan itu dilakukan bermula dari kurangnya pengawasan terhadap radikalisasi di militer Belgia yang terungkap dari kasus Conings. Kementerian Pertahanan telah melakukan beberapa penyelidikan internal untuk mengidentifikasi masalah tersebut sebelum mereka meningkat.

Penggeledahan dilakukan di tiga barak. Selain itu penggeledahan juga dilakukan di 8 alamat rumah tentara.

"Orang-orang yang berpotensi terlibat dicurigai mendistribusikan atau menyediakan pesan publik yang dimaksudkan untuk menghasut dilakukannya kejahatan terkait terorisme," kata kantor kejaksaan dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu menyebut penyelidikan sedang melihat mereka yang "dicurigai memiliki hubungan dengan ekstrem kanan".

Sebuah outlet media Belgia, RTBF, mengatakan operasi hari Rabu itu tidak bertujuan untuk melakukan penangkapan, melainkan mengumpulkan bukti untuk analisis.

(lir/lir)