Diperkosa CIA di Guantanamo, Anggota Al-Qaeda Terlibat Bom JW Marriott

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 13:41 WIB
In this photo reviewed by U.S. military officials, flags fly at half-staff in honor of the U.S. service members and other victims killed in the terrorist attack in Kabul, Afghanistan, at Camp Justice, Sunday, Aug. 29, 2021, in Guantanamo Bay Naval Base, Cuba. Camp Justice is where the military commission proceedings are held for detainees charged with war crimes. (AP Photo/Alex Brandon)
Camp Justice di Teluk Guantanamo, Kuba, yang menjadi lokasi digelarnya sidang para tahanan Guantanamo (AP Photo/Alex Brandon)
Havana -

Anggota Al-Qaeda yang ditahan selama 20 tahun di penjara Teluk Guantanamo, Kuba, dan mengaku diperkosa oleh staf medis badan intelijen Amerika Serikat (AS) atau CIA telah divonis 26 tahun penjara setelah mengaku bersalah terlibat sejumlah plot serangan Al-Qaeda. Salah satunya pengeboman hotel mewah JW Marriott di Jakarta tahun 2003 lalu.

Seperti dilansir Associated Press dan AFP, Rabu (3/11/2021), Majid Khan (41) yang seorang warga Pakistan dan datang ke AS tahun 1990-an ini diketahui lulus dari sekolah tinggi dekat Baltimore, Maryland. Dia ditangkap di Karachi pada 5 Maret 2003 lalu.

Khan dijatuhi hukuman 26 tahun penjara oleh juri pengadilan militer AS dalam sidang di Penjara Guantanamo pada Jumat (29/10) waktu setempat, setelah mengaku bersalah bergabung Al-Qaeda dan membantu plot-plot serangan Al-Qaeda.

Disebutkan bahwa Khan mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan kejahatan perang yang mencakup konspirasi dan pembunuhan atas keterlibatannya dalam plot Al-Qaeda, termasuk pengeboman mematikan di hotel JW Marriott di Jakarta pada Agustus 2003 lalu.

Khan yang tumbuh besar di Pakistan dan pindah ke AS pada usia 16 tahun ini menyebut keputusannya membantu Al-Qaeda didasarkan pada penilaiannya yang buruk. Dia menuturkan dirinya direkrut untuk membantu Al-Qaeda oleh anggota keluarganya di Pakistan saat dia berada di sana tahun 2002 untuk mencari istri.

Khan meminta maaf atas tindakannya di masa lalu, yang termasuk merencanakan serangan Al-Qaeda di AS setelah tragedi 9/11 dan rencana pembunuhan mantan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf, yang gagal.

Dalam kesepakatan pembelaan tahun 2012, Khan mengakui dirinya sempat bergabung dalam rencana pembunuhan Musharraf. Dia juga mengakui pernah mengirimkan US$ 50.000 ke seorang anggota Al-Qaeda di Indonesia, yang tidak disebut namanya, untuk mendanai pengeboman hotel.

"Saya melakukan semuanya, tidak ada alasan. Dan saya sangat meminta maaf kepada semua orang yang saya sakiti," ucap Khan dalam pernyataannya selama dua jam kepada juri pengadilan militer AS pada Kamis (28/10) lalu.

Tonton juga Video: Kemunculan Video Pimpinan Al Qaeda Bicara soal 9/11

[Gambas:Video 20detik]