Pakai Bahasa Indonesia, Macron Sebut Jokowi 'Sahabat yang Terhormat'

Eva Safitri - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 19:47 WIB
Presiden Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Kerja sama pertahanan hingga perubahan iklim dibahas kedua presiden. (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Kerja sama pertahanan hingga perubahan iklim dibahas kedua presiden. (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut Presiden Jokowi merupakan sahabat terhormat. Hal itu diungkapkan Macron melalui Twitternya.

Cuitan Macron dibuat menggunakan bahasa Indonesia. Cuitan itu diunggah Macron pada Sabtu (30/10). Dalam cuitannya itu Macron pun sekaligus mengunggah foto bersama Jokowi.

Macron mengatakan semua negara harus bertindak demi terjalinnya kerja sama dan perdamaian.

"Bersama jajaran mitra, kita akan terus bertindak agar kawasan Indo-Pasifik tetap menjadi ruang untuk perdamaian dan kerja sama," tulis Macron seperti dilihat detikcom, Senin (1/11/2021).

Macron lalu berharap kepada Indonesia untuk menjadi pelaku utama dalam menjaga perdamaian dan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik. Dia menyebut Jokowi lebih dari sekedar mitra melainkan sahabat terhormat.

"Perihal ini, Indonesia adalah pelaku utama, lebih dari sekadar mitra, yakni sahabat, @jokowi yang terhormat," sambungnya.

Jokowi Bincang dengan Macron di Sela KTT G20

Sebelumnya, Jokowi juga sempat bertemu dengan Macron membahas kerja sama bilateral di sela kegiatan KTT G20 di Roma, Italia. Jokowi mengapresiasi kemajuan kerja sama pertahanan Indonesia dengan Prancis.

"Presiden Macron, di pertemuan kali ini saya ingin sampaikan tiga hal. Pertama, saya menyambut baik kemajuan kerja sama pertahanan Indonesia-Prancis," kata Jokowi seperti dalam keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (30/10).

Pertemuan keduanya terjadi di Hotel Splendide Royal, Roma, Italia. Jokowi mengatakan perjanjian kerja sama pertahanan oleh Menteri Pertahanan kedua negara ditandatangani pada Juni lalu.

Jokowi mengatakan perjanjian tersebut juga harus membuka ruang bagi kerja sama yang strategis, termasuk produksi bersama. Menurutnya, investasi Prancis pada industri alutsista di Indonesia juga akan sangat diapresiasi.

Poin kedua, Jokowi dan Macron membahas mengenai perubahan iklim. Jokowi berpendapat implementasi Perjanjian Paris secara konsisten sangatlah penting.

"Indonesia memilih bekerja memenuhi komitmen. Komitmen NDC Indonesia sejauh ini sudah berada di trek yang benar. Indonesia juga targetkan nett zero emission tahun 2060 atau lebih awal dengan dukungan internasional," jelasnya.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, terkait meningkatnya kebakaran hutan di banyak negara, kebakaran hutan di Indonesia justru berada pada titik paling rendah dalam 20 tahun. Indonesia juga berhasil menurunkan tingkat deforestasi secara signifikan.

"Saya akan restorasi hutan bakau hingga 600 ribu hektare dalam 3 tahun ke depan. Ini akan menjadi konservasi hutan mangrove terbesar di dunia," imbuhnya.

Simak juga 'Momen Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Presiden Prancis':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/jbr)