Junta Myanmar Salahkan Kelompok Anti-Kudeta soal Hancurnya Puluhan Rumah

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 31 Okt 2021 10:34 WIB
YANGON, MYANMAR - FEBRUARY 17: Protesters chant solgans and wave flags during an anti-coup protest at Sule Square on February 17, 2021 in downtown Yangon, Myanmar. Armored vehicles continued to be seen on the streets of Myanmars capital, but protesters turned out despite the military presence. The military junta that staged a coup against the elected National League for Democracy (NLD) government moved to keep the countrys de-facto leader Aung San Suu Kyi under house arrest after she was charged with violations of import-export and Covid prevention laws. (Photo by Hkun Lat/Getty Images)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Hkun Lat)

Saat bentrokan bulan lalu, sebagian besar penduduk Thantlang melarikan diri. Banyak dari mereka melintasi perbatasan ke India.

Save the Children mengatakan kota itu "sebagian besar kosong" ketika gempuran terjadi. Sementara para stafnya telah pergi setelah kekerasan sebelumnya.

Gempuran yang terjadi menyuarakan keprihatinan akan keselamatan 20 anak-anak yang diyakini Save the Children masih di Thantlang. Disebutkan bahwa gempuran yang terjadi kian memperdalam krisis di Myanmar.


(izt/knv)