Pasukan Myanmar Gempur Kota, Puluhan Rumah Hancur!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 10:45 WIB
YANGON, MYANMAR - FEBRUARY 17: Protesters chant solgans and wave flags during an anti-coup protest at Sule Square on February 17, 2021 in downtown Yangon, Myanmar. Armored vehicles continued to be seen on the streets of Myanmars capital, but protesters turned out despite the military presence. The military junta that staged a coup against the elected National League for Democracy (NLD) government moved to keep the countrys de-facto leader Aung San Suu Kyi under house arrest after she was charged with violations of import-export and Covid prevention laws. (Photo by Hkun Lat/Getty Images)
ilustrasi (Foto: Getty Images/Hkun Lat)
Jakarta -

Pasukan Myanmar menggempur sebuah kota yang bergolak, hingga menimbulkan kebakaran yang menghancurkan puluhan rumah, serta kantor badan amal Save the Children.

Negara Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak kudeta militer pada Februari, dengan lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas dalam tindakan keras pasukan Myanmar terhadap para demonstran antikudeta.

Di seluruh Myanmar, "pasukan pertahanan diri" bermunculan untuk menghadapi junta militer, yang kemudian meningkatkan serangan dan pembalasan berdarah.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (30/10/2021), menurut media lokal, Khit Thit dan The Chindwin, pasukan Junta menggempur kota Thantlang di negara bagian Chin barat pada Jumat (29/10) waktu setempat setelah konfrontasi dengan pasukan pertahanan diri setempat.

Seorang warga Thantlang yang telah melarikan diri dari kota itu setelah bentrokan sebelumnya, mengatakan kepada AFP bahwa gempuran dimulai setelah anggota pasukan lokal menangkap seorang tentara.

"Segera setelah itu terjadi, artileri berat ditembakkan," katanya, seraya menambahkan bahwa dia telah mendengar antara 80 dan 100 rumah telah hancur.

"Kami tidak tahu apakah rumah-rumah terbakar setelah terkena artileri atau mereka yang membakar rumah-rumah itu," imbuhnya.

"Kami... bahkan tidak tahu harus berkata apa," kata seorang wanita yang masih tinggal di kota tersebut, yang dihubungi AFP dan mengatakan rumahnya telah hancur.

Simak juga 'Sultan Brunei: ASEAN Tidak Akan Mengusir Myanmar':

[Gambas:Video 20detik]