Taliban Tembak Mati 2 Tamu Pernikahan Karena Dengarkan Musik

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 23:30 WIB
Sejumlah wanita di Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa mengkritik Taliban. Dalam aksi itu salah satu aspirasi yang disuarakan adalah terkait hak-hak perempuan
Ilustrasi Taliban (AP Photo/Ahmad Halabisaz)
Kabul -

Taliban menembak mati dua tamu pernikahan yang sedang mendengarkan musik menurut pernyataan pejabat lokal dan seorang saksi. Hal itu memaksa pemerintah baru Afghanistan diminta secara keras agar kejadian seperti itu tidak diizinkan.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (30/10/2021), seorang kerabat korban mengatakan pejuang Taliban telah melepaskan tembakan ketika musik sedang dimainkan di sebuah pernikahan di Sorkhrud, di provinsi Nangarhar, menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya.

Musik dilarang terakhir kali Taliban saat memerintah Afghanistan, sementara pemerintah baru belum mengeluarkan dekrit seperti itu, kepemimpinannya masih tidak menyukai penggunaan dalam hiburan dan melihat sebagai pelanggaran hukum Islam.

"Para pemuda itu memainkan musik di ruang terpisah dan tiga pejuang Taliban datang dan menembaki mereka. Luka-luka dari dua orang yang terluka parah," katanya kepada wartawan.

Qazi Mullah Adel, juru bicara gubernur Taliban di Nangarhar, membenarkan insiden itu tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Seorang sumber keamanan mengatakan, dua pria yang menyerang pernikahan itu kini telah ditahan.

Di Kabul, juru bicara pemerintah Zabihullah Mujahid mengatakan dia tidak bisa mengkonfirmasi insiden itu, tetapi berjanji bahwa itu bukan kebijakan Taliban untuk mengeksekusi pecinta musik.

"Penyelidikan terus dilakukan. Sejauh ini belum jelas bagaimana kejadiannya," katanya. "Apakah ini masalah pribadi atau apa?."

"Di jajaran Imarah Islam tidak ada yang berhak untuk menjauhkan siapa pun dari musik atau apa pun, hanya untuk mencoba membujuk mereka. Itu adalah cara utama," katanya dalam konferensi pers.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Simak juga Video: Taliban Minta Negara Tetangga Akui Pemerintahan Baru Afghanistan

[Gambas:Video 20detik]