Dokumen Rahasia Ungkap Keterlibatan Inggris dalam Menghasut Tragedi 1965

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 15:23 WIB
The British Union Jack flag is seen on the desk of a member of the European Parliament ahead of a debate on the future of Europe, at the European Parliament in Strasbourg, France, March 12, 2019. REUTERS/Vincent Kessler
ilustrasi (Foto: Dok. REUTERS/Vincent Kessler)

The Guardian menulis bahwa dua tahun sebelum pembantaian massal PKI tahun 1965, sebagai tanggapan atas rencana Inggris untuk menciptakan negara Malaysia merdeka dari jajahan kolonialnya, Presiden Indonesia yang berhaluan kiri Sukarno meluncurkan "Konfrontasi", sebuah perang yang tidak diumumkan yang mencakup serangan militer di perbatasan ke Malaysia Timur.

Sukarno, seperti halnya banyak masyarakat Indonesia, termasuk PKI, percaya bahwa pembentukan federasi Malaysia adalah campur tangan regional yang tidak beralasan oleh Inggris untuk mempertahankan dominasi kolonial mereka.

Inggris terpaksa mendedikasikan sumber daya militer dan intelijen yang besar untuk membantu Malaysia melawan intrusi Konfrontasi ini. Kebijakan Inggris adalah untuk mengakhiri konflik. Tetapi, ternyata tujuan Inggris tidak berakhir di situ saja.

Seperti sekutunya, Amerika Serikat dan Australia, Inggris takut akan Indonesia yang komunis. PKI memiliki tiga juta anggota dan dekat dengan China. Di Washington, jatuhnya Indonesia ke dalam kubu komunis dipandang sebagai ancaman yang lebih besar daripada potensi kerugian Vietnam.

Nasionalisme non-blok Sukarno, anti-kolonialisme dan hubungan yang berkembang dengan China dipandang sebagai ancaman, yang akan berkurang jika sang presiden dan menteri luar negerinya, Subandrio dicopot dari jabatan mereka dan pengaruh PKI di Indonesia berkurang -- paling masuk akal melalui tindakan tentara Indonesia yang sebagian besar anti-komunis.

Pada pertengahan tahun 1965 kesempatan itu tiba. Sebuah kelompok sayap kiri rahasia, yang kemudian disebut "Gerakan 30 September", bersatu di Indonesia, yakin dengan beberapa alasan, bahwa tentara berencana untuk menggulingkan Sukarno dan menekan PKI.

Pada malam tanggal 30 September, para perwira kiri yang terkait dengan G-30-S, di bawah komando Letkol Untung dari pasukan pengawal presiden, didukung oleh beberapa batalyon, mencoba melakukan serangan pendahuluan terhadap komando tinggi Angkatan Darat. Mereka berusaha menangkap tujuh jenderal paling senior Angkatan Darat Indonesia. Tiga, termasuk komandan tentara, tewas. Tiga lainnya dibunuh di pangkalan Angkatan Udara Indonesia. Mayat para jenderal yang dibunuh itu ke dalam sumur.

Intelijen Inggris kemudian memanfaatkan peristiwa G30S itu. Mereka menyebut, biang kerok dari peristiwa tersebut adalah PKI. Mereka bahkan menyebut PKI sebagai penyakit kanker. Mereka menghembuskan semangat agar Angkatan Darat dan warga lain menumpas PKI.

"Keganasan dan pembunuhan biadab pada tanggal 30 September yang lalu sangat menyedihkan kita semua. Tindakan orang orang yang ganas itu terhadap pembela negara negara kita dengan nyata sekali menunjukkan bagaimana bentuk zaman kita, kalau komunis dibiarkan meneruskan tindakan-tindakan mereka menghancurkan revolusi kita," demikian paragraph pembuka pamflet propaganda Inggris tersebut.

The Guardian menulis bahwa tim Wynne telah memimpin salah satu operasi propaganda paling sukses dalam sejarah Inggris pascaperang. Sebuah operasi rahasia yang membantu menggulingkan Sukarno, pemimpin negara terpadat keempat di dunia dan berkontribusi pada pembunuhan massal lebih dari setengah juta warganya.


(ita/ita)