Dokumen Rahasia Ungkap Keterlibatan Inggris dalam Menghasut Tragedi 1965

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 15:23 WIB
The British Union Jack flag is seen on the desk of a member of the European Parliament ahead of a debate on the future of Europe, at the European Parliament in Strasbourg, France, March 12, 2019. REUTERS/Vincent Kessler
ilustrasi (Foto: Dok. REUTERS/Vincent Kessler)
Jakarta -

Dokumen-dokumen yang semula dirahasiakan, mengungkapkan bagaimana keterlibatan Inggris dalam menghasut pembantaian massal anti-komunis di Indonesia pada tahun 1965, yang menewaskan ratusan ribu orang.

Temuan seputar tragedi 1965 tersebut pertama kali diberitakan oleh media-media Inggris, The Observer dan The Guardian dalam artikel yang diterbitkan pada Minggu (17/10).

Dalam artikel itu disebutkan tentang Ed Wynne, seorang pejabat dari Kantor Luar Negeri Inggris di London, yang ditugaskan untuk membuat propaganda di Indonesia.

Seperti ditulis The Guardian, Wynne bukanlah pejabat biasa. Dia adalah seorang spesialis dari sayap propaganda perang dingin Kementerian Luar Negeri Inggris, Departemen Riset Informasi (IRD).

Wynne ditugaskan untuk memimpin sebuah tim kecil dan membuat pamflet propaganda berisi seruan kepada Indonesia untuk melenyapkan Partai Komunis Indonesia (PKI). Seorang pejabat junior, empat warga lokal dan dua "wanita IRD", yang diperbantukan ke unit tersebut, akan bergabung dengannya.

Pamflet yang baru-baru ini dirilis di Arsip Nasional Inggris tersebut, dimaksudkan untuk seakan-akan ditulis oleh patriot Indonesia, tetapi sebenarnya ditulis oleh para ahli propaganda Inggris. Berdasarkan arsip yang tersebar dan diterima CNNIndonesia.com, Wynne memang mengirimkan sebuah surat dan pamflet untuk kemudian disebarkan ke dalam Bahasa Indonesia. Salah satu arsipnya yaitu pamflet edisi khusus 'Kenjataan2 Pada Kudeta 30 September.'

Untuk menyamarkan, buletin asal Inggris itu dikirim ke Indonesia melalui kota-kota Asia termasuk Hong Kong, Tokyo dan Manila. Dalam laporan The Guardian, disebutkan selama setahun 28.000 eksemplar buletin, yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan disebut Kenjataan2 (Fakta 2), telah dikirim.

"Untuk John, silakan lihat surat saya SE/01/65 tanggal 11 Oktober. Sekarang saya lampirkan salinan edisi khusus Kenjataan2 pada kudeta 30 September, dalam bahasa Inggris dan Indonesia, untuk informasi Anda," tulis Wynne disertai tanda tangannya pada 13 Oktober 1965.

Simak juga 'Saksi Mata Pembantaian Korban PKI di Geyer Grobogan':

[Gambas:Video 20detik]