Pejabat di Brasil Terima Sederet Ancaman Pembunuhan Gegara Vaksinasi Anak

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 04:10 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Brasília -

Pejabat di Brasil menerima sederet ancaman pembunuhan. Ancaman tersebut datang seiring dengan kemungkinan terbitnya kebijakan vaksinasi COVID-19 untuk anak berusia 5 hingga 11 tahun.

Dilansir dari Reuters, regulator kesehatan Brasil, Anvisa melaporkan terdapat 5 direkturnya yang menerima ancaman pembunuhan melalui email. Dalam pesan tersebut, pelaku mengancam akan membunuh para direktur Anvisa jika menyetujui vaksinasi untuk kelompok usia anak.

Ancaman datang setelah pihak Pfizer dikabarkan akan meminta izin kepada Anvisa agar vaksinnya dapat digunakan pada anak-anak di Brasil yang berusia 5 sampai 11 tahun.

Komite penasehat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS sendiri telah merekomendasikan Pfizer untuk kelompok usia anak dengan dosis rendah.

Vaksinasi di Brasil berlangsung cepat. Namun kelompok antivaksin juga tumbuh subur disana. Uniknya, Presiden Brasil Jair Bolsonaro menjadi satu diantara banyak orang yang tidak mau divaksin.

Para Senator Brasil yang memimpin penyelidikan terhadap penanganan pandemi virus Corona (COVID-19) merekomendasikan agar Presiden Jair Bolsonaro didakwa atas pembunuhan massal terkait dugaan kesalahan penanganan Corona yang menyebabkan kematian ribuan orang.

Rekomendasi itu terungkap dalam dokumen setebal 1.200 halaman yang dipersiapkan Senator Renan Calheiros dari oposisi pemerintah Brasil

Dokumen itu juga menyebut Bolsonaro dipandu oleh 'kepercayaan tak beralasan soal teori herd immunity oleh penularan alami dan keberadaan pengobatan'.

"Tanpa vaksin, kematian akan sangat tinggi, seperti yang terjadi kini," sebut dokumen Senat Brasil tersebut.

Diketahui, COVID-19 telah menewaskan lebih dari 600.000 orang di Brasil. Jumlah tersebut menjadi angka kematian tertinggi kedua di dunia akibat COVID-19 setelah Amerika Serikat.

(isa/isa)