Joe Biden Kritik Perilaku 'Memaksa' China di Selat Taiwan

Mutia Safira - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 16:08 WIB
President Joe Biden speaks about the end of the war in Afghanistan from the State Dining Room of the White House, Tuesday, Aug. 31, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Joe Biden (dok. AP Photo/Evan Vucci)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengkritik tindakan 'pemaksaan' yang dilakukan China di perairan Selat Taiwan. Biden menyebut tindakan semacam itu mengancam perdamaian dan stabilitas.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/10/2021), kritikan Biden untuk China itu disampaikan dalam pidato saat pertemuan puncak negara-negara Asia-Pasifik, yang juga dihadiri oleh Perdana Menteri (PM) China, Li Keqiang. Ketegangan meningkat saat China terus-menerus mengerahkan pesawat militer ke dekat Taiwan.

Berbicara melalui tautan video dalam KTT Asia Timur yang dihadiri 18 negara Asia-Pasifik itu, Biden mengatakan AS "sangat prihatin dengan tindakan koersif dan proaktif China... di perairan Selat Taiwan".

Biden menyebut sebagai tindakan semacam itu "mengancam perdamaian dan stabilitas regional".

Selain dihadiri PM China, KTT itu juga dihadiri oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin dan pemimpin Korea Selatan (Korsel) serta Jepang.

Kritikan Biden itu disampaikan saat ketegangan meninggi antara AS dan China terkait Taiwan. Pekan lalu, di tengah peringatan China atas berbagai kebijakan AS, Biden dalam sebuah forum televisi menegaskan siap membela Taiwan dari invasi China.

Pada Selasa (26/10) waktu setempat, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mendesak inklusivitas lebih besar atas Taiwan ke dalam badan dunia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Desakan itu memicu reaksi keras China yang menegaskan Taiwan tidak punya hak untuk bergabung dengan PBB.