Serangan Udara Koalisi Saudi Tewaskan 105 Pemberontak Houthi di Yaman

Mutia Safira - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 13:09 WIB
FILE - In this Sept. 21, 2019, file photo, Shiite Houthi tribesmen hold their weapons as they chant slogans during a tribal gathering showing support for the Houthi movement, in Sanaa, Yemen. The United Nations Human Rights Office of the High Commissioner replaced its chief in Yemen, Elobaid Ahmed Elobaid, nearly nine months after the Houthis who control northern Yemen denied him entry, documents dated Tuesday, June 9, 2020 obtained by The Associated Press show. (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Ilustrasi -- Pemberontak Houthi di Yaman (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Sanaa -

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan rentetan serangan udaranya telah menewaskan 105 pemberontak Houthi di sekitar kota strategis Marib yang ada di Yaman.

Seperti dilansir Arab News, Kamis (28/10/2021), koalisi yang mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional itu, mengklaim 2.000 pemberontak Houthi tewas dalam rentetan serangan udara di sekitar Marib yang terjadi hampir setiap hari sejak 11 Oktober lalu.

"Tiga belas kendaraan militer hancur dan 105 (pemberontak) tewas (dalam serangan yang dilakukan 24 jam terakhir)," demikian pernyataan koalisi Saudi seperti dikutip kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

Gempuran udara terbaru koalisi Saudi itu ditargetkan ke wilayah Al-Jawba, sekitar 50 kilometer sebelah selatan Marib dan wilayah Al-Kassara, 20 kilometer di sebelah barat laut. Marib yang dikenal kaya minyak ini diketahui menjadi area pertahanan terakhir pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Pekan lalu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyerukan 'de-eskalasi' di Yaman, dalam pernyataan yang disetujui secara bulat untuk melawan 'berkembangnya risiko kelaparan skala besar' di negara tersebut.

Sementara itu, sekelompok diplomat Uni Eropa (UE) yang mengunjungi kota Aden, Yaman, menyatakan dukungan terhadap pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Mereka juga mendesak Houti, yang didukung Iran, untuk mengakhiri serangan mematikan di Marib.

Tak hanya itu, delegasi UE yang diantaranya terdiri dari perwakilan Prancis, Jerman, Belanda dan Swedia tersebut mendesak Houthi untuk terlibat dalam upaya perdamaian agar dapat mengakhiri perang di Yaman.