Jenderal Top AS Sebut Uji Coba Senjata Hipersonik China 'Mengkhawatirkan'

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 09:00 WIB
Chairman of the Joint Chiefs of Staff Gen. Mark Milley testifies before the House Armed Services Committee on the conclusion of military operations in Afghanistan and plans for future counterterrorism operations on Wednesday, Sept. 29, 2021, on Capitol Hill in Washington. (Rod Lamkey/Pool via AP)
Jenderal Mark Milley (Rod Lamkey/Pool via AP)

Bulan lalu, Sekretaris Angkatan Udara AS, Frank Kendall, membahas soal kekhawatirannya mengenai sistem semacam itu. Dia memberitahu wartawan bahwa senjata semacam itu akan bisa meluncur ke orbit di luar angkasa dan kembali meluncur ke bawah menuju sasarannya di Bumi.

"Itu adalah cara untuk menghindari sistem pertahanan dan peringatan rudal," sebutnya.

Konsep 'pengeboman orbit fraksional' dinilai akan menjadi cara China untuk menghindari pertahanan rudal AS di Alaska, yang dirancang untuk memerangi sejumlah persenjataan terbatas dari negara lain seperti Korea Utara (Korut).

Pakar Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute of International Studies mencoba menjelaskan konsep itu secara sederhana. "Cara paling sederhana untuk menggambarkan sistem pengeboman orbit milik China adalah membayangkan pesawat ulang-alik, memasukkan senjata nuklir ke ruang kargo, dan lupakan soal roda pendaratannya," ucapnya.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya membantah pihaknya melakukan uji coba senjata. Ditegaskan China bahwa pihaknya hanya melakukan uji coba rutin pada Juli lalu, dengan menambahkan: "Itu bukan rudal, itu adalah kendaraan luar angkasa."


(nvc/mae)