Viral Pegawai Warung Kopitiam di Batam Dianiaya, Polisi Buru Pelaku

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 22:52 WIB
Konpers Kapolda Kepri soal Pemukulan Pegawai Warung Kopitiam di Batam
Foto: Konpers Kapolda Kepri soal Pemukulan Pegawai Warung Kopitiam di Batam (Raja Adil-detik)
Pekanbaru -

Sebuah video viral di media sosial mengenai aksi pemukulan terhadap pegawai warung Kopitiam di Kota Batam, Kepulauan Riau. Terkait aksi itu, tim gabungan dari Polda dan Polresta Barelang langsung memburu pelaku.

Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman mengaku pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan terhadap korban ZD (51). Di mana korban adalah pegawai warung kopi di Batam.

"Beberapa hari ini di Batam telah beredar video menggambarkan penganiayaan dan menimpa korban berinisial ZD. Korban ini pagawai warung kopitiam," kata Kapolda kepada wartawan, Rabu (27/10/2021).

Aris memastikan dari awal kasus ini telah ditangani polisi dengan mendatangi TKP. Termasuk sudah dibuatkan laporan polisi dan meminta hasil visum et repertum.

"Semua rangkaian tindakan kpolisian yang harus dilakukan sudah dijalani oleh penyidik," kata Aris.

Jenderal bintang 2 itu mengaku saat ini pelaku sedang dalam pencarian. Bahkan proses pencarian dilakukan tim Polresta Barelang dibackup penuh Direktorat Reskrimum Polda Kepri.

Pelaku Ditetapkan DPO

Dari video beredar polisi menetapkan para pelaku masuk daftar pencarian orang atau (DPO). Termasuk sejumlah saksi dan alat bukti sudah diamankan dan ditindaklanjuti.

Selain memburu pelaku, polisi mendalami terkait motif penganiayaan. Diduga aksi itu terjadi karena persoalan utang piutang.

"Semua proses-proses yang terkait dengan penyidikan sudah dilakukan para penyidik Polri. Dari keterangan saksi di lapangan bahwa permasalahan ini adalah berawal dari masalah utang piutang. Selanjutnya terjadi keributan hingga penganiayaan," kata Aris.

Turut hadir mendampingi Kapolda, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Goldenhardt, Dirreskrimum Kombes Jefri Ronald Parulian Siagian, Kabid Propam Kombes Stefanus Michael Tamuntuan. Termasuk Kapolresta Barelang Kombes Yos Guntur Yudi Fauris Susanto.

Dalam kesempatan ini, Aris juga meminta semua masyarakat yang mengalami aksi premanisme untuk melapor ke polisi. Aris mengatakan polisi akan segera menindaklanjuti laporan warga.

"Kepada masyarakat kami himbau jika ada mengalami pengancaman, penganiayaan atau aksi premanisme segera dilaporkan. Saya sudah perintahkan semua jajaran di lapangan untuk menindaklanjuti karena kita tidak boleh membiarkan perilaku-perilaku melanggar hukum yang mengganggu ketentraman masyarakat," tutup Aris.

(ras/zap)