Senat Rekomendasikan Presiden Brasil Didakwa Pidana terkait Pandemi Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 18:13 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro ikut turun ke jalan dan berbicara di hadapan para pendukungnya. Dia menyapa pendukungnya dengan tidak memakai masker.
Jair Bolsonaro (dok. Getty Images/Andressa Anholete)

Sejak awal pandemi, Bolsonaro menyabotase pembatasan yang diterapkan kepala daerah terhadap aktivitas warga yang bertujuan menghentikan penyebaran virus, dengan mengatakan perekonomian harus terus berjalan agar orang miskin tidak menderita.

Dia juga bersikeras mendorong pengobatan yang belum terbukti untuk Corona, termasuk dengan obat anti-malaria yang bernama hydroxychloroquine. Tidak hanya itu, Bolsonaro juga dikritik secara luas oleh pakar kesehatan umum karena menolak memakai masker di tempat umum, menebar keraguan soal vaksin Corona dan mengumumkan dirinya tidak akan divaksinasi Corona.

Rekomendasi setebal 1.200 halaman itu diketahui menyatakan bahwa dengan bersikeras menyatakan perawatan COVID-19 dengan obat anti-malaria sebagai 'satu-satunya kebijakan praktis pemerintah untuk memerangi pandemi, Jair Bolsonaro secara kuat berkolaborasi dalam penyebaran COVID-19 di wilayah Brasil'.

Disebutkan juga bahwa Bolsonaro merupakan 'sosok utama yang bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan pemerintah federal selama pandemi'. Kebanyakan anggota Komisi Senat yang tidak berasal dari basis Bolsonaro menyetujui rekomendasi yang disusun Senator Renan Calheiros itu.

Dakwaan-dakwaan yang direkomendasikan Senat Brasil juga mencakup untuk 13 orang lainnya, yang kebanyakan merupakan pejabat aktif atau mantan pejabat Kementerian Kesehatan, juga Gubernur negara bagian Amazonas yang terdampak parah Corona. Secara total, laporan itu merekomendasikan dakwaan pidana terhadap dua perusahaan dan 78 orang, termasuk Bolsonaro berserta ketiga anaknya yang semuanya politikus.

Ditambahkan juga dakwaan penyebaran berita palsu usai Bolsonaro dalam siaran langsung via media sosial, pekan lalu, mengklaim secara keliru bahwa orang-orang di Inggris yang menerima dua dosis vaksin terkena AIDS lebih cepat dari yang diperkirakan.

Laporan itu juga mencakup rekomendasi untuk dua dakwaan yang menyebut 'bertanggung jawab secara pidana', yang menjadi dasar untuk pemakzulan. Namun pengajuan voting untuk pemakzulan akan bergantung pada Ketua Majelis Rendah, Arthur Lira, yang dikenal sebagai sekutu setia Bolsonaro.

Menanggapi rekomendasi itu, Senator Flavio Bolsonaro -- salah satu anak Bolsonaro -- menyebutnya lemah secara hukum dan didasari motif politik.

Sementara Bolsonaro diketahui selalu menyangkal tuduhan yang diarahkan terhadapnya terkait pelanggaran dalam penanganan Corona. "Kita tahu kita tidak bisa disalahkan atas apapun. Kita tahu kita melakukan hal yang benar sejak saat pertama," ucap Bolsonaro pada Rabu (27/10) waktu setempat.


(nvc/idh)