Baldwin Tembak Kru, Asisten Sutradara Pernah Dipecat Gegara Pistol Properti

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 09:56 WIB
FILE - In this Sept. 21, 2015 file photo, actor Alec Baldwin attends a news conference at United Nations headquarters. A prop firearm discharged by veteran actor Alec Baldwin, who is starring and producing a Western movie, killed his director of photography and injured the director Thursday, Oct. 21, 2021 at the movie set outside Santa Fe, N.M., the Santa Fe County Sheriffs Office said. (AP Photo/Seth Wenig, File)
Alec Baldwin (AP Photo/Seth Wenig, File)
Washington DC -

Penyelidikan terhadap insiden penembakan fatal tak disengaja oleh aktor kawakan Amerika Serikat (AS), Alec Baldwin, saat syuting film di Sante Fe, New Mexico, pekan lalu, diketahui fokus pada asisten sutradara dan pakar senjata api.

Terungkap bahwa sang asisten sutradara yang menyerahkan pistol properti berisi peluru tajam kepada Baldwin ternyata pernah dipecat dari produksi film lainnya tahun 2019 terkait pelanggaran keselamatan senjata api properti. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (26/10/2021).

Kabar terbaru ini mencuat setelah laporan menyebut bahwa sejumlah kru film berjudul 'Rust' itu sempat menggunakan pistol properti yang sama untuk latihan target peluru tajam pada hari insiden fatal itu terjadi.

Insiden yang terjadi pada Kamis (21/10) lalu itu menewaskan seorang sinematografer bernama Haylna Hutchins dan melukai sutradara film tersebut, Joel Souza.

Hutchins tewas setelah terkena tembakan yang dilepaskan Baldwin dengan pistol properti yang diberikan kepadanya oleh Halls dan dinyatakan aman untuk digunakan, atau dalam istilah industri perfilman disebut 'cold gun'.

Berbicara kepada AFP, seorang produser untuk film 'Rust' yang berbujet rendah itu mengungkapkan bahwa Halls pernah dipecat dari produksi film berjudul 'Path' produksi jaringan Freedom tahun 2019, setelah salah satu senjata api properti 'secara tak diduga meletus'.

"Dave Halls dipecat dari lokasi syuting 'Path' produksi Freedom tahun 2019 setelah seorang kru mengalami luka-luka ringan dan sementara ketika sebuah senjata secara tidak diduga meletus," sebut produser yang enggan disebut namanya itu kepada AFP.

"Halls dikeluarkan dari lokasi syuting segera setelah senjata properti meletus. Produksi tidak melanjutkan syuting hingga Dave meninggalkan lokasi. Laporan insiden itu dicatat pada saat itu," imbuhnya.

Simak Video: Imbas Tragedi Alec Baldwin, Keselamatan Syuting Jadi Sorotan

[Gambas:Video 20detik]



Penyelidikan kini difokuskan pada Halls dan seorang pakar senjata api bernama Hannah Gutierrez-Reed yang bekerja untuk film tersebut.

Halls yang berusia 62 tahun disebut dalam dokumen kantor Sheriff Santa Fe sebagai sosok yang mengambil pistol properti dari keranjang dan menyerahkannya kepada Baldwin. Halls disebut sempat meneriakkan 'cold gun', yang berarti senjata properti itu tidak berisi amunisi, termasuk peluru kosong.

Menurut dokumen itu, Halls tidak mengetahui bahwa pistol properti itu berisi peluru tajam ketika dia menyerahkannya kepada Baldwin. Belum ada komentar langsung dari Halls terkait insiden ini.

Sosok Halls disebut sangat berpengalaman di Hollywood, dengan dirinya pernah terlibat dalam sejumlah film ternama seperti 'Fargo' tahun 1996 dan 'The Matrix Reloaded' tahun 2003. Halls juga dikenal sebagai aktor.

Sedangkan Gutierrez-Reed yang baru berusia 24 tahun merupakan seorang armorer atau pakar yang bertanggung jawab atas senjata api di lokasi syuting.

Dokumen kantor Sheriff Santa Fe menyebutkan bahwa Gutierrez mempersiapkan tiga senjata api properti di atas keranjang atau troli yang ditempatkan di luar bangunan kayu yang menjadi lokasi syuting salah satu adegan film berjudul 'Rust' tersebut.

Seorang armorer bertugas memasok dan menjaga keamanan senjata properti di lokasi syuting, termasuk memastikan senjata-senjata properti itu tetap terhitung setiap saat, dan terkunci ketika tidak digunakan.

Namun laporan situs perdagangan hiburan, The Wrap, pada Senin (25/10) waktu setempat menyebut beberapa kru film menggunakan senjata-senjata properti itu beberapa jam sebelum insiden yang menewaskan Hutchins terjadi.

"Sejumlah kru mengambil senjata properti dari lokasi syuting film indie Barat di New Mexico -- termasuk senjata yang menewaskan Hutching -- untuk melakukan 'plinking', hobi di mana orang-orang menembak kaleng bir dengan peluru tajam," sebut The Wrap dalam laporannya, mengutip sosok individu yang mengetahui situasi di lokasi syuting film 'Rust'.

Produser film tersebut belum mengomentari laporan The Wrap tersebut.

(nvc/ita)