Cegah Kelaparan, Taliban Beri Warga Gandum dengan Imbalan Tenaga Kerja

Eva Safitri - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 03:37 WIB
Taliban menggantung mayat yang disebut sebagai pelaku penculikan di Kota Herat, Afghanistan. Aksi itu sontak bikin geger warga di negara tersebut.
Ilustrasi warga di Afghanistan (Foto: AP Photo)
Afghanistan -

Pemerintah Taliban di Afghanistan meluncurkan program untuk mengatasi kelaparan. Taliban menawarkan ribuan orang gandum dengan imbalan tenaga kerja.

Dilansir dari AFP, Skema itu akan diluncurkan di sekitar kota-kota besar Afghanistan dan mempekerjakan 40.000 orang di ibukota saja, kata juru bicara kepala Taliban pada konferensi pers di Kabul selatan.

"Ini adalah langkah penting untuk memerangi pengangguran," kata Zabihullah Mujahid, seraya menambahkan para buruh harus bekerja keras, seperti dilansir dari AFP, Senin (25/10/2021).

Afghanistan yang sudah menderita kemiskinan, kekeringan, pemadaman listrik dan sistem ekonomi yang gagal, sekarang menghadapi awal dari apa yang mungkin menjadi musim dingin yang keras.

Skema food-for-work Taliban tidak akan membayar pekerja. Tapi mencegah mereka yang saat ini menganggur yang paling berisiko kelaparan selama musim dingin.

Program dua bulan ini akan menghabiskan 11.600 ton gandum yang didistribusikan di ibukota. Sekitar 55.000 ton untuk tempat lain di negara itu, termasuk Herat, Jalalabad, Kandahar, Mazar-i-Sharif dan Pol-i-Khomri.

Pekerjaan untuk buruh di Kabul akan mencakup penggalian saluran air dan teras resapan salju di perbukitan untuk memerangi kekeringan.

Mujahid dan pejabat senior lainnya, termasuk menteri pertanian Abdul Rahman Rashid dan walikota Kabul Hamdullah Nomani, memotong pita merah muda dan menggali parit kecil pada sebuah upacara di daerah pedesaan Rish Khor di ibukota untuk meluncurkan program tersebut.

Simak juga 'Sejumlah Kritikan Perempuan Afghanistan ke Taliban':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)