Presiden Uganda: Ledakan Maut Tindakan Teroris, Kami Buru Pelakunya

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 17:09 WIB
Police line tape. Crime scene investigation. Forensic science.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/D-Keine)

Ledakan ini menjadi serangan mematikan pertama dalam beberapa tahun di Kampala.

Sebelumnya, pada 8 Oktober, kelompok Negara Islam (ISIS) mengklaim serangan pertamanya di Uganda dengan mengebom pos polisi di daerah Kawempe.

Tidak ada ledakan atau cedera yang dilaporkan oleh pihak berwenang atau media lokal pada saat itu. Namun polisi mengkonfirmasi sebuah insiden kecil telah terjadi tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Setelah klaim ISIS, Inggris dan Prancis memberikan pesan bagi pelaku perjalanan ke Uganda. Mereka mendesak warganya di Uganda untuk lebih waspada di tempat-tempat ramai dan tempat-tempat umum seperti restoran, bar, dan hotel.

"Teroris sangat mungkin mencoba melakukan serangan di Uganda. Serangan bisa dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk di tempat-tempat yang dikunjungi oleh orang asing," demikian saran terbaru dari Inggris.

Pada 2010, pemboman kembar di Kampala yang menargetkan para penonton final Piala Dunia menewaskan 76 orang. Saat itu, kelompok militan Al-Shabaab Somalia mengaku bertanggung jawab atas ledakan di sebuah restoran dan di klub rugby.


(izt/dhn)