Round-Up

Dominasi di Twitter-FB Tergusur Bikin Trump Bikin Media Sosial Sendiri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 20:33 WIB
Washington -

TRUTH Social adalah platform media sosial yang akan diluncurkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. TRUTH Social diciptakan, kata Trump, untuk melawan tirani Big Tech.

"Saya menciptakan TRUTH Social dan TMTG untuk melawan tirani Big Tech", kata Trump dalam sebuah pernyataan, dilansir dari AFP, Kamis (21/10/2021).

Trump menjelaskan TRUTH Social dibuat sebagai upaya untuk merebut kembali dominasi internetnya. Seperti diketahui Trump dilarang berkegiatan di linimasa Twitter dan Facebook usai kerusuhan di gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu.

TRUTH Social didirikan di bawa bendera perusahaan Trump Media & Technology Group (TMTG). Peluncuran platform media sosial milik Trump ini rencananya digelar bulan depan.

TMTG menyatakan aplikasi tersebut sudah tersedia untuk pre-order di App Store milik Apple. TMTG juga bermaksud untuk meluncurkan layanan video on-demand berlangganan yang akan menampilkan program hiburan yang akan dipimpin oleh Scott St. John, produser eksekutif dari 'Deal Or No Deal' dan 'America's Got Talent'.

"Kita hidup di dunia di mana Taliban memiliki kehadiran besar di Twitter, namun presiden Amerika favorit Anda telah dibungkam. Ini tidak dapat diterima," cetusnya.

Selama bertahun-tahun, Trump yang menggunakan Twitter khususnya sebagai senjata retoris selama masa kepresidenannya, telah memerangi raksasa teknologi itu yang menurutnya telah salah menyensor dirinya. Pertarungan kebebasan berbicara meningkat ketika Facebook, Twitter, Instagram dan beberapa platform media sosial dominan lainnya melarang Trump di medsos mereka. sebagai bagian dari hukuman karena menghasut massa yang menyerang gedung Capitol AS.

Sejak itu, Trump telah mencari cara untuk merebut kembali megafon internetnya, mengajukan beberapa tuntutan hukum terhadap para raksasa teknologi.

Pada Mei lalu, Trump meluncurkan blog berjudul "From the Desk of Donald J. Trump" yang disebut-sebut sebagai outlet baru yang besar - tetapi dia menariknya dari internet sebulan kemudian.

Tak lama setelah TRUTH Social diumumkan, mantan ajudan Trump, Jason Miller memberi selamat kepada Trump karena dapat "memasuki kembali keributan media sosial".

"Sekarang Facebook dan Twitter akan kehilangan lebih banyak pangsa pasar," kata Miller.

(aud/aud)