Trump Serang Mendiang Colin Powell Sehari Usai Kematiannya

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 18:06 WIB
House of Representatives (HOR) atau DPR AS mulai mempertimbangkan pemakzulan kedua Donald Trump. Ia secara resmi dituduh menghasut pemberontakan dan penyerbuan para pendukungnya di gedung parlemen, Capitol Hill, Rabu (6/1/2021) lalu.
Donald Trump (dok. AP Photo)
Washington DC -

Saat dunia mengenang mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), mendiang Colin Powell, dengan penuh rasa hormat, mantan Presiden AS, Donald Trump, malah melontarkan serangan terhadap almarhum. Trump menyebut mendiang Powell sebagai Republikan tidak loyal yang melakukan kesalahan dalam perang Irak.

Seperti dilansir AFP, Rabu (20/10/2021), Powell yang dijuluki negarawan AS ini meninggal dunia dalam usia 84 tahun pada Senin (18/10) waktu setempat, akibat komplikasi virus Corona (COVID-19) usai menderita kanker.

Semasa hidup, Powell kerap mengkritik Trump dan bahkan menyerukan agar Trump mengundurkan diri usai penyerbuan Gedung Capitol pada 6 Januari lalu yang disebut dihasut oleh Trump.

"Luar biasa melihat Colin Powell, yang melakukan kesalahan besar pada Irak dan soal apa yang disebut sebagai senjata pemusnah massal yang terkenal, diperlakukan dengan sangat indah saat kematiannya oleh Fake News Media. Semoga itu terjadi pada saya suatu hari nanti," ucap Trump dengan nada menyindir dalam pernyataannya pada Selasa (19/10) waktu setempat.

Powell yang mencetak sejarah sebagai Menlu kulit hitam pertama di AS ini secara luas dipuji sebagai pahlawan perang nasional, diplomat global dan pemimpin Afrika-Amerika yang luar biasa.

Trump memanggil mendiang Powell sebagai 'RINO' yang merujuk pada singkatkan 'Republican In Name Only'.

"Dia membuat banyak kesalahan, tapi bagaimanapun, semoga dia beristirahat dalam damai!" imbuh Trump.