Serangan Bom Langka Hantam Bus Militer Suriah, 14 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 16:42 WIB
In this photo released by the Syrian official news agency SANA, Syrian firefighters and security officer check a burned bus at the site of a deadly explosion, in Damascus, Syria, Wednesday, Oct. 20, 2021. Two roadside bombs exploded near a bus carrying troops during the morning rush hour in the Syrian capital early Wednesday, killing and wounding several people, state TV reported. (SANA via AP)
Bangkai bus yang hangus terbakar usai dihantam ledakan bom di Damaskus, Suriah (SANA via AP)
Damaskus -

Serangan bom menghantam sebuah bus militer di Damaskus, Suriah. Sedikitnya 14 orang dilaporkan tewas akibat ledakan bom mematikan yang tergolong langka di Damaskus.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Rabu (20/10/2021), serangan bom semacam ini tercatat sebagai serangan paling mematikan dan langka selama empat tahun terakhir di Suriah. Belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom pada Rabu (20/10) waktu setempat.

"Sebuah pengeboman teroris dengan menggunakan dua peledak menargetkan bus yang lewat (di bawah jembatan utama di ibu kota)," demikian laporan kantor berita Suriah, SANA News Agency.

Disebutkan juga oleh SANA News Agency bahwa sedikitnya 14 orang tewas dan sekitar tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Tidak diketahui lebih lanjut apakah semua korban tewas merupakan penumpang bus tersebut.

"Ini adalah tindakan pengecut," sebut Komandan Kepolisian Damaskus, Mayor Jenderal Hussein Jumaa, kepada televisi nasional Suriah.

Menteri Dalam Negeri Suriah, Mohammad al-Rahmoun, bersumpah untuk menemukan 'teroris yang melancarkan kejahatan keji ini'.

Foto-foto yang dirilis SANA News Agency menunjukkan petugas darurat memeriksa bangkai bus yang hangus terbakar. Ada juga foto yang menurut SANA News Agency, menunjukkan tim penjinak bom sedang menjinakkan bom ketiga yang dipasang di area yang sama.

Lihat juga video '6 Orang Tewas Akibat Bom Mobil di Afrin Suriah':

[Gambas:Video 20detik]