RUU Tentang Keluarga China, Ortu Bakal Dihukum Jika Anak Berbuat Jahat

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 03:41 WIB
ilustrasi anak marahi orang tua
Ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Parlemen China akan mempertimbangkan undang-undang menghukum orang tua (ortu) jika anak-anak mereka berperilaku sangat buruk atau melakukan kejahatan. Hal itu tertuang dalam rancangan undang-undang (RUU) pemajuan pendidikan keluarga.

Dilansir Reuters, Senin (18/10/2021) dalam RUU itu disebutkan bahwa wali akan ditegur dan perintahkan untuk menjalani program pembinaan pendidikan keluarga, jika jaksa menemukan perilaku yang sangat buruk atau kriminal pada anak di bawah asuhannya.

"Ada banyak alasan bagi remaja untuk berperilaku tidak baik, dan kurangnya atau pendidikan keluarga yang tidak tepat adalah penyebab utama," kata Zang Tiewei, juru bicara Komisi Urusan Legislatif di bawah Kongres Rakyat Nasional (NPC).

Rancangan undang-undang pemajuan pendidikan keluarga akan dibahas pada sidang Komite Tetap NPC pekan ini. RUU itu juga mendesak para orang tua untuk mengatur waktu bagi anak-anaknya untuk istirahat, bermain, dan berolahraga.

Beijing telah menjalankan tanggung jawab ayah yang lebih tegas tahun ini. Seperti mengatasi kecanduan anak-anak terhadap game online, yang dianggap sebagai bentuk 'candu spiritual', hingga menekan pemujaan 'buta' terhadap selebritas internet.

Dalam beberapa bulan terakhir, kementerian pendidikan telah membatasi jam bermain game untuk anak di bawah umur. Aturan itu memungkinkan mereka bermain game online selama satu jam pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu saja.

Aturan ini juga telah mengurangi pekerjaan rumah dan melarang les setelah sekolah untuk mata pelajaran utama selama akhir pekan dan hari libur. Hal itu dibuat karena khawatir tentang beban akademik yang berat pada anak-anak yang kewalahan.

Pada saat yang sama, China mendesak pria muda China untuk menjadi kurang 'feminin' dan lebih 'jantan'.

Dalam "Usulan untuk Mencegah Feminisasi Remaja Laki-Laki" yang dikeluarkan pada bulan Desember itu, Kementerian Pendidikan mendesak sekolah untuk mempromosikan olahraga di kampus seperti sepak bola.

Simak juga Video: Peringatan China ke WHO soal Rencana Baru Cari Asal Usul Covid-19

[Gambas:Video 20detik]




(lir/lir)