China Bantah Luncurkan Rudal Hipersonik yang Bikin AS Terkejut

Mutia Safira - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 18:17 WIB
In this photo released by Chinas Xinhua News Agency, a Long March 5B rocket carrying a module for a Chinese space station lifts off from the Wenchang Spacecraft Launch Site in Wenchang in southern Chinas Hainan Province, Thursday, April 29, 2021. China has launched the core module on Thursday for its first permanent space station that will host astronauts long-term. (Ju Zhenhua/Xinhua via AP)
Rudal hipersonik China dilaporkan diuji coba dengan diluncurkan menggunakan roket Long March -- Ilustrasi (dok. Ju Zhenhua/Xinhua via AP)
Jakarta -

Pemerintah China membantah laporan bahwa negara itu baru-baru ini meluncurkan rudal hipersonik berkemampuan nuklir. Menurut China, pihaknya hanya menguji coba sebuah pesawat ruang angkasa untuk menguji teknologi yang dapat digunakan kembali.

Sebelumnya, media The Financial Times (FT) pada Sabtu (16/10/2021) melaporkan bahwa Beijing telah meluncurkan rudal berkemampuan nuklir pada Agustus lalu, yang mengelilingi Bumi pada orbit rendah sebelum nyaris kehilangan targetnya. Laporan FT menyebut kemajuan Beijing tersebut telah "mengejutkan intelijen AS".

Beberapa sumber FT mengatakan rudal hipersonik tersebut dibawa oleh roket Long March dan uji coba tersebut telah dirahasiakan.

Namun, pada hari ini, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Senin (18/10/2021), pemerintah China mengeluarkan pernyataan bahwa laporan tersebut tidaklah akurat, dan latihan itu adalah uji teknologi yang dapat digunakan kembali sehingga dapat mengurangi biaya peluncuran pesawat ruang angkasa.

"Menurut pemahaman saya, uji coba ini adalah uji pesawat ruang angkasa rutin, digunakan untuk menguji teknologi pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, pada wartawan.

"Ini dapat memberikan cara yang nyaman dan murah bagi manusia untuk menggunakan ruang angkasa untuk tujuan damai," imbuhnya.

Ketika ditanya langsung apakah laporan FT tentang rudal hipersonik tersebut tidak akurat, Zhao menjawab "ya".