China Bantah Luncurkan Rudal Hipersonik yang Bikin AS Terkejut

Mutia Safira - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 18:17 WIB
In this photo released by Chinas Xinhua News Agency, a Long March 5B rocket carrying a module for a Chinese space station lifts off from the Wenchang Spacecraft Launch Site in Wenchang in southern Chinas Hainan Province, Thursday, April 29, 2021. China has launched the core module on Thursday for its first permanent space station that will host astronauts long-term. (Ju Zhenhua/Xinhua via AP)
Rudal hipersonik China dilaporkan diuji coba dengan diluncurkan menggunakan roket Long March -- Ilustrasi (dok. Ju Zhenhua/Xinhua via AP)

Diketahui bahwa selain China, Amerika Serikat, Rusia, dan setidaknya lima negara lain saat ini sedang mengerjakan teknologi hipersonik.

Rudal hipersonik dapat terbang lebih dari lima kali kecepatan suara, dan seperti rudal balistik dapat mengirimkan hulu ledak nuklir.

Tetapi rudal balistik terbang tinggi ke luar angkasa dalam bentuk busur untuk mencapai targetnya, sementara hipersonik terbang pada lintasan rendah di atmosfer dan berpotensi mencapai target lebih cepat.

Satu hal yang penting adalah rudal hipersonik dapat bermanuver sehingga membuatnya lebih sulit untuk dilacak dan dipertahankan.

Sejumlah negara termasuk AS telah mengembangkan sistem pertahanan melawan rudal jelajah dan balistik, tetapi kemampuan sistem itu untuk melacak dan menjatuhkan rudal hipersonik masih dipertanyakan.

Menurut laporan Dinas Riset Kongres AS, China telah secara agresif mengembangkan teknologi tersebut.


(ita/ita)