Kapal Perang AS dan Kanada Berlayar Lintasi Selat Taiwan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 15:48 WIB
FILE - In this Sept. 25, 2015, file photo, a military honor guard await the arrival of Chinese President Xi Jinping for a state arrival ceremony at the White House in Washington. China on Tuesday, Dec. 8, 2020, lashed out at the U.S. over new sanctions against Chinese officials and the sale of more military equipment to Taiwan. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
Ilustrasi (AP Photo/Andrew Harnik, File)

China mengerahkan sekitar 150 pesawat militernya ke zona pertahanan Taiwan selama empat hari berturut-turut mulai 1 Oktober lalu.

Meskipun ketegangan di Selat Taiwan meningkat, tidak ada penembakan yang terjadi dan pesawat-pesawat militer China tidak memasuki wilayah udara Taiwan, namun memusatkan aktivitas di bagian barat daya ADIZ.

ADIZ diketahui mencakup area lebih luas yang dipantau Taiwan dan menjadi lokasi patroli rutin. Kementerian Pertahanan Taiwan pada Minggu (17/10) waktu setempat menuturkan tiga pesawat militer China -- dua jet tempur J-16 dan sebuah pesawat anti-kapal selam -- terbang ke ADIZ kembali.


(nvc/ita)