Tolong! 17 Warga AS dan Kanada Diculik Geng Kriminal di Haiti

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 09:20 WIB

Mantan direktur lapangan Christian Aid Ministries di Haiti, Dan Hooley, menuturkan kepada CNN pada Minggu (17/10) waktu setempat bahwa seluruh misionaris yang diculik diyakini berada di dalam satu kendaraan, dan beberapa dari mereka berhasil menghubungi direktur organisasi setempat sebelum dibawa pelaku.

Disebutkan juga oleh Hooley bahwa para pelaku penculikan sudah melakukan kontak dengan pihak organisasi tersebut.

"Beberapa rekan segera mengirim pesan kepada direktur dan memberitahunya soal apa yang terjadi. Dan salah satu dari mereka berhasil memberikan petunjuk soal lokasi, dan itu hal terakhir yang didengar (organisasi) hingga para penculik menghubungi mereka di kemudian hari," sebutnya.

Laporan The Washington Post yang mengutip sumber yang memahami situasi terkini mengungkapkan bahwa salah satu misionaris yang diculik, seorang warga AS, juga memposting seruan minta tolong via grup WhatsApp saat penculikan terjadi.

"Tolong doakan kami!! Kami disandera, mereka menculik sopir kami. Berdoa berdoa berdoa. Kami tidak tahu ke mana mereka membawa kami," demikian bunyi pesan tersebut. Tidak jelas apakah pesan itu berbentuk video atau teks. CNN tidak bisa memverifikasi pesan maupun laporan itu.

Menanggapi situasi ini, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya telah mengetahui situasi penculikan tersebut. "Kesejahteraan dan keselamatan warga AS di luar negeri menjadi salah satu prioritas tertinggi Departemen Luar Negeri," tegasnya.

Disebutkan seorang pejabat senior AS yang enggan disebut namanya bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Luar Negeri AS tengah melakukan upaya untuk membebaskan warga AS yang diculik tersebut, namun sejauh ini belum mengetahui lokasi terkini para misionaris itu.

Otoritas Kanada secara terpisah menyatakan pihaknya bekerja dengan otoritas setempat dan 'LSM yang terlibat' untuk mengumpulkan informasi.


(nvc/ita)