Round Up

Rusia Lagi-lagi Dipukul Rekor Kasus Corona

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 20:01 WIB
Kasus kematian di Rusia akibat Covid-19 mencapai 669 jiwa pada Rabu, (30/6). Namun, Presiden Putin masih bilang baik-baik saja.
Ilustrasi (Foto: AP Photo)

Rusia Tolak Lockdown

Meski dalam beberapa hari terakhir kasus Corona melonjak, pemerintah Rusia menolak lockdown. Di sisi lain, pemerintah mengakui rendahnya tingkat vaksinasi di negara tersebut.

Pekan ini, pemerintah Rusia telah mengatakan bahwa pihak berwenang harus memastikan 'ekonomi terus bekerja'.

Sementara, Pada hari Kamis (14/10) waktu setempat, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov sekali lagi mengesampingkan lockdown. Dia juga mengatakan bahwa pihak berwenang harus terus menjelaskan kepada orang-orang tentang perlunya divaksinasi.

"Tidak bertanggung jawab jika tidak mendapatkan vaksin," katanya kepada wartawan.

Tetapi Peskov menambahkan bahwa sistem perawatan kesehatan Rusia siap untuk menghadapi lonjakan pasien COVID-19. Dia mengatakan bahwa rumah sakit tidak kewalahan.

"Seluruh infrastruktur medis dimobilisasi," katanya.

Jajak pendapat independen menunjukkan bahwa lebih dari setengah warga Rusia tidak berencana untuk divaksinasi.

Kremlin Salahkan Warga yang Belum Disuntik

Kremlin menyalahkan orang-orang yang belum disuntik vaksin Corona sebagai penyebab kenaikan kasus dan kematian akibat Corona di Rusia.

Negara ini dengan cepat mengembangkan dan meluncurkan vaksin Sputnik saat pandemi merebak tahun lalu. Namun, program vaksinasi berjalan lambat.

Hal itu terjadi karena banyak warga Rusia menolak divaksin. Warga disebut tidak percaya pada pemerintahan dan takut pada produk medis baru.

Pada Selasa (12/10) waktu setempat, Perdana Menteri (PM) Rusia, Mikhail Mishustin, menyatakan sekitar sepertiga populasi Rusia telah divaksinasi.


(izt/gbr)