Vaksinasi COVID Meningkat, Melbourne Mulai Longgarkan Lockdown

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 13:09 WIB
MELBOURNE, AUSTRALIA - AUGUST 16: People walk through the Bourke Street Mall on August 16, 2021 in Melbourne, Australia. Lockdown restrictions have been extended for another two weeks across Melbourne as Victoria continues to record new cases of the highly infectious COVID-19 Delta variant. From midnight tonight, a curfew will also be imposed from 9 pm to 5 am each night across the metropolitan area. The new restrictions will remain in place until 11.59 pm on Thursday, 2 September. (Photo by Darrian Traynor/Getty Images)
Kondisi kota Melbourne saat lockdown (Foto: Getty Images/Darrian Traynor)
Jakarta -

Kota Melbourne bakal segera mencabut aturan pembatasan COVID-19 minggu ini. Hal ini dilakukan usai target vaksinasi COVID-19 mencapai 70 persen.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (17/10/2021), Kota Melbourne merupakan kota dengan jangka waktu lockdown terpanjang dibanding kota-kota lain di seluruh dunia. Terhitung kota berpenduduk 5 juta orang ini telah menjalani lockdown selama 262 hari atau hampir sembilan bulan lamanya.

Media Australia mengatakan lockdown di Melbourne adalah yang terpanjang di dunia, melebihi lockdown selama 234 hari yang dilakukan di Buenos Aires.

Di negara bagian Victoria, kasus virus corona memang terus meningkat. Meski begitu, capaian target vaksinasi hingga 70% di minggu ini mendorong dilonggarkannya pembatasan COVID-19.

"Hari ini adalah hari yang luar biasa," kata Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews saat memberikan pengumuman pada Minggu (17/10). "Hari ini adalah hari di mana warga Victoria bisa bangga dengan apa yang telah mereka capai."

Nantinya, perhotelan dan beberapa bisnis akan dibuka kembali dengan kapasitas terbatas. Tak hanya itu, pelonggaran kegiatan masyarakat akan kian diperbanyak jika 80% warga Victoria sudah divaksinasi lengkap, yang diperkirakan paling lambat terjadi pada 5 November mendatang.

Per hari ini, Victoria mencatat 1.838 kasus harian baru corona dan 7 kematian. Sementara itu, New South Wales melaporkan 301 kasus dan 10 kematian, di mana 80% penduduknya telah divaksinasi lengkap.

Australia, yang pernah mencapai nol kasus COVID-19, kini menuju hidup berdampingan dengan COVID-19. Vaksinasi terus dilakukan demi menekan laju penularan varian Delta yang terbukti lebih menular.

Hingga akhir pekan ini, sudah sekitar 68% warga Australia yang memenuhi syarat telah diinokulasi penuh.

Pejabat Kesehatan Australia mengatakan bahwa perjalanan bebas karantina dari Selandia Baru, di mana tidak ada wabah, akan kembali dilanjutkan pada hari Rabu mendatang. Sementara itu, pihaknya juga tengah berdiskusi dengan Singapura untuk membuka kembali perjalanan antar kedua negara bagi masyarakat yang telah divaksinasi lengkap.

Meskipun ada peningkatan kasus dalam beberapa bulan terakhir, jumlah kasus virus corona Australia tergolong lebih rendah dibandingkan dengan banyak negara maju lainnya, dengan lebih dari 143.000 kasus dan 1.530 kematian.

(izt/knv)