Round-Up

Kekacauan di Myanmar Usai Kudeta Bikin ASEAN Tak Anggap Kepala Junta

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 22:09 WIB
Sabtu (27/3) lalu, merupakan Hari Angkatan Bersenjata Myanmar. Parade besar-besaran digelar. Namun, dibalik itu semua 114 nyawa melayang di hari yang sama.
Panglima Militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing (Foto: AP Photo/Associated Press)

ASEAN Tak Bisa Lagi Netral

Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin pada hari Kamis (14/10) menyuarakan dukungan untuk mengecualikan Min Aung Hlaing dari KTT, seraya menambahkan bahwa ASEAN tidak dapat lagi mengambil sikap netral terhadap Myanmar.

"Kami dapat terus menjaga jarak dengan mereka (Myanmar), tetapi ... jika kami mengalah dengan cara apa pun, kredibilitas kami sebagai organisasi regional yang sebenarnya akan hilang," kata Locsin dalam sebuah wawancara dengan lembaga pemikir Australia, Lowy Institute.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Menteri Luar Negeri Antony Blinken, juga membahas urusan Myanmar dengan Erywan pada hari Rabu lalu. Dikatakan keduanya "menyatakan keprihatinan atas kekerasan dan krisis yang memburuk di Myanmar dan menekankan urgensi bagi rezim militer untuk menghentikan kekerasan, membebaskan semua yang ditahan secara tidak adil, dan memulihkan demokrasi multi-partai dan transisi demokrasi di Myanmar."

Kunjungan yang telah lama direncanakan oleh Erywan ke Myanmar telah tertunda dalam beberapa pekan terakhir.


(jbr/rfs)