AS Kutuk Serangan Bom Masjid Afghanistan, Kirim Pesan Ini ke Taliban

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 10:07 WIB
Taliban akan kembali berlakukan hukuman potong tangan untuk pencuri. Meski dikritik publik, Taliban pastikan hukuman itu akan diterapkan lagi di Afghanistan.
kelompok Taliban (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat mengutuk serangan bom yang mengguncang sebuah masjid Syiah di Kandahar, Afghanistan. Serangan itu menewaskan setidaknya 41 orang dan melukai puluhan lainnya.

Kelompok ISIS cabang Afghanistan yang dikenal sebagai ISIS-Khorasan (ISIS-K) mengklaim telah melakukan serangan bom bunuh diri itu.

Ledakan bom itu mengguncang Masjid Imam Bargah yang berada di pusat kota Kandahar. Seorang saksi mata menyebut ledakan mengguncang saat sedang salat Jumat, ketika masjid ramai dipenuhi jemaah.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (16/10/2021), juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan Washington mengutuk serangan itu. Dia pun kembali menyerukan agar "Taliban memenuhi komitmen yang telah dibuatnya untuk kontraterorisme, dan khususnya untuk menghadapi ancaman bersama yang kita hadapi dari ISIS-K".

"Kami bertekad untuk memastikan bahwa tidak ada kelompok ... yang bisa kembali menggunakan tanah Afghanistan sebagai landasan peluncuran serangan ke Amerika Serikat atau negara lain," tegas Price.

Misi PBB di Afghanistan dalam sebuah cuitan di Twitter juga mengutuk "kekejaman terbaru yang menargetkan lembaga agama dan jamaah".

"Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban," imbuhnya.

Simak video 'Ledakan Dahsyat Hantam Masjid di Kunduz Afghanistan':

[Gambas:Video 20detik]