Round-Up

Meledak Puluhan Ribu Kasus Corona di Rusia tapi Lockdown Ditolak

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 20:03 WIB
Virus Corona Varian Delta Melonjak di RI, Ini Fakta-faktanya
Ilustrasi virus Corona (Foto: Getty Images/loops7)
Moscow -

Otoritas Rusia pada hari Kamis (14/10) waktu setempat melaporkan rekor jumlah kasus infeksi harian dan kematian selama 24 jam terakhir.

Rekor tertinggi selama pandemi ini terjadi di saat upaya vaksinasi negara itu sangat lambat dan hanya beberapa pembatasan yang diberlakukan.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (15/10/2021), otoritas Rusia mencatat 31.299 kasus baru COVID-19 dan 986 kematian terkait virus Corona selama 24 jam terakhir. Jumlah itu menjadikan total kematian Rusia kini menjadi 220.315 korban jiwa. Jumlah kematian itu menjadi yang tertinggi di Eropa.

Hanya 31% Warga yang Sudah Divaksin

Wabah yang melonjak ini terjadi di saat hanya 31 persen orang Rusia yang divaksinasi penuh, menurut situs web Gogov, yang menghitung data COVID-19 dari wilayah-wilayah Rusia.

Kurangnya pembatasan ketat dinilai menjadi biang kerok penyebaran virus. Pemberlakuan kembali kode QR untuk akses ke tempat-tempat umum di sejumlah daerah pun tak mampu menghadang meledaknya kasus COVID-19 di Rusia.

Tolak Lockdown

Kendati kasus mengganas, Pemerintah Rusia menolak keras untuk melakukan kembali pembatasan besar-besaran. Namun, di sisi lain, mereka mengakui rendahnya tingkat vaksinasi negara itu 'tidak dapat diterima'.

Pekan ini, pemerintah Rusia telah mengatakan bahwa pihak berwenang harus memastikan 'ekonomi terus bekerja'.

Sementara, Pada hari Kamis (14/10) waktu setempat, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov sekali lagi mengesampingkan lockdown. Dia juga mengatakan bahwa pihak berwenang harus terus menjelaskan kepada orang-orang tentang perlunya divaksinasi.

"Tidak bertanggung jawab jika tidak mendapatkan vaksin," katanya kepada wartawan.

Tetapi Peskov menambahkan bahwa sistem perawatan kesehatan Rusia siap untuk menghadapi lonjakan pasien COVID-19. Dia mengatakan bahwa rumah sakit tidak kewalahan.

"Seluruh infrastruktur medis dimobilisasi," katanya.

Jajak pendapat independen menunjukkan bahwa lebih dari setengah warga Rusia tidak berencana untuk divaksinasi.