Demo Ledakan Beirut Diwarnai Tembakan, 3 Orang Tewas dan Puluhan Luka

Mutia Safira - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 17:58 WIB
Supporters of the Shiite Hezbollah and Amal groups chant slogans against Judge Tarek Bitar who is investigating last years deadly seaport blast, during a protest in front of the Justice Palace in Beirut, Lebanon, Thursday, Oct. 14, 2021. (AP Photo/Hussein Malla)
Pendukung Hizbullah dan gerakan Amal menggelar unjuk rasa menuntut pemecatan hakim yang menyelidiki ledakan Beirut (AP Photo/Hussein Malla)
Beirut -

Unjuk rasa menuntut pemecatan penyidik utama insiden ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, diwarnai tembakan. Sedikitnya tiga orang tewas dan 20 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/10/2021), unjuk rasa itu digelar oleh kelompok Hizbullah dan gerakan Amal, dengan tuntutan hakim Tarek Bitar yang menyelidiki ledakan Beirut dipecat. Diketahui bahwa ledakan dahsyat di Beirut pada Agustus tahun lalu itu menewaskan lebih dari 200 orang.

Penyelidikan ledakan Beirut masih belum selesai hingga kini, dengan hakim Bitar terpaksa menangguhkan penyelidikan untuk kedua kalinya dalam kurang dari sebulan setelah gugatan hukum diajukan para mantan Menteri yang dipanggilnya untuk diinterogasi terkait dugaan pidana kelalaian.

Mariam Hassan dari Rumah Sakit Sahet di Beirut menuturkan satu orang tewas karena terkena tembakan di kepala dan satu orang lainnya terkena tembakan di dada. Penyebab tembakan itu tidak diketahui secara jelas.

Kantor berita Lebanon, National News Agency, melaporkan korban tewas ketiga tercatat di Rumah Sakit Rasoul al-Azam.

Secara terpisah, Palang Merah Lebanon melaporkan 20 orang mengalami luka-luka dalam unjuk rasa itu. Televisi lokal Lebanon menayangkan gambar sejumlah pria menenteng senapan dan senjata berat.

Militer Lebanon dalam pernyataannya menyebut 'penembakan terjadi di area Tayouneh - Badaro'.