Anak Menteri India Ditangkap terkait Kematian 4 Petani Saat Demo

Mutia Safira - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 15:01 WIB
Indian farmers protesting against Sunday’s killing of four farmers in Uttar Pradesh state after being run over by a car owned by Indias junior Home Minister Ajay Mishra burn an effigy of the federal government in Hyderabad, India, Monday, Oct. 4, 2021. Indian authorities on Monday suspended Internet services and barred political leaders from entering a northern town to calm tensions after eight people were killed in a deadly escalation of a year-long demonstration against contentious agriculture laws. (AP Photo/Mahesh Kumar A.)
Anak Menteri India ditangkap terkait kematian petani yang berunjuk rasa -- Ilustrasi (dok. AP Photo/Mahesh Kumar A)
New Delhi -

Seorang anak Menteri Dalam Negeri Junior India ditangkap terkait kematian empat petani yang sedang berunjuk rasa di Uttar Pradesh pekan lalu. Anak menteri India itu dituduh menabrak keempat petani itu dengan kendaraannya hingga tewas.

Seperti dilansir Reuters, Senin (11/10/2021), para petani yang tewas dalam insiden pada 3 Oktober lalu di Uttar Pradesh itu tengah ikut unjuk rasa memprotes undang-undang pertanian yang mengurangi jaminan harga minimum untuk panen pertanian mereka mereka.

Ashish Mishra yang merupakan anak laki-laki dari Menteri Dalam Negeri Junior India, Ajay Mishra Teni, ditangkap polisi pada Sabtu (9/10) malam waktu setempat, setelah diinterogasi selama lebih dari 10 jam. Mishra sebelumnya tidak memenuhi panggilan polisi pada Jumat (8/10) waktu setempat.

"Kami menahan Ashish Mishra. Dia tidak bekerja sama dalam penyelidikan," ucap Wakil Inspektur Jenderal Upendra Agarwal yang memimpin penyelidikan kepolisian setempat.

Pengacara maupun ayah Mishra tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Kesaksian para petani yang ada di lokasi menyebut bahwa mobil yang menabrak para demonstran petani dimiliki oleh anak dari Menteri Dalam Negeri Junior.

Sang ayah, Teni, telah menyatakan bahwa saat itu putranya tidak berada di lokasi kejadian. Dia menyatakan bahwa mobil yang dikemudikan 'sopir kami' kehilangan kendali dan menabrak para petani, setelah oknum-oknum melempari mobil itu dengan batu dan menyerang dengan tongkat maupun pedang.