Ratusan Orang Ditahan di Kashmir India Usai Guru Ditembak Mati

Mutia Safira - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 11:44 WIB
Serangan bom bunih diri terjadi di Kashmir, India. 40 polisi tewas akibat insiden tersebut.
Ilustrasi (dok. Reuters)
New Delhi -

Kepolisian India menahan ratusan orang di wilayah Kashmir yang dikuasai otoritas India terkait penyelidikan rentetan pembunuhan oleh pemberontak. Dua korban pembunuhan di antaranya merupakan guru dari kelompok minoritas.

Seperti dilansir AFP, Senin (11/10/2021), ketegangan meningkat di wilayah mayoritas Muslim itu setelah India mencabut status semi-otonomi yang dipegang Kashmir pada Agustus 2019 lalu dan membuatnya berada di bawah pemerintahan secara langsung. Kashmir diketahui diperebutkan oleh India dan Pakistan yang bertetangga.

Sedikitnya tujuh warga sipil tewas ditembak dalam waktu enam hari sepekan lalu, yang memicu kemarahan publik di Kashmir dan seluruh negeri. Politikus dari semua elemen mengutuk pembunuhan itu.

Disebutkan seorang pejabat kepolisian senior setempat kepada AFP bahwa nyaris 500 warga yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok keagamaan dan militan yang terlarang telah ditahan di berbagai wilayah Kashmir setelah insiden penembakan itu.

"Tidak ada hal yang tidak akan diungkap untuk menemukan para pembunuhnya," sebut pejabat senior itu.

Seorang pejabat tinggi intelijen anti-terorisme dikirim oleh New Delhi ke wilayah tersebut untuk memimpin penyelidikan.

Satuan tugas kontra-terorisme, Badan Investigasi Nasional, menginterogasi sekitar 40 guru di kota utama Srinagar pada Minggu (10/10) waktu setempat.