Kelompok Pemberontak Bunuh 8 Penduduk Desa di Kongo

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 02:50 WIB
A shot is fired by Canadas Zina Kocher as she competes in the Womens Biathlon 4x6 km Relay at the Laura Cross-Country Ski and Biathlon Center during the Sochi Winter Olympics on February 21, 2014, in Rosa Khutor, near Sochi.  AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV        (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)
Ilustrasi (Foto: AFP)
Beni -

Pemberontak melakukan penyerangan di desa-desa sekitar timur laut, Kota Beni, Kongo dalam gelombang serangan akhir pekan. Insiden itu menewaskan 8 orang warga sipil dan sejumlah warga diculik.

Dilansir AFP, Senin (11/10/2021) serangan pertama terjadi Jumat malam di desa Mbingi dan Mapasana. Sebanyak 4 orang dilaporkan tewas.

"Di sana kami memiliki empat orang tewas, tujuh sepeda motor dan beberapa rumah dibakar, dan penculikan beberapa orang," kata kepala badan masyarakat sipil, Kinos Katuo.

Dia mengatakan para korban ditembak mati atau dibacok sampai mati.

Pada Minggu pagi, pemberontak dari Pasukan Demokrat Sekutu (ADF) menyerang desa terdekat Mangazi. Katuo mengatakan pihaknya mencatat bahwa seorang pemberontak tewas ketika tentara memukul mundur serangan itu.

Pemberontak pindah ke desa Matekelambi dan Mabuo. Jumlah korban tewas sebanyak empat orang, dengan "banyak lainnya hilang," kata Katuo.

Tidak ada sumber militer yang tersedia pada hari Minggu untuk mengkonfirmasi.

Sementara itu, walikota kota terdekat, Oicha, Nicolas Kikuku, mengatakan "Memang benar bahwa musuh hadir di daerah ini."

Dari lebih dari 100 kelompok bersenjata yang aktif di DRC timur, ADF dikatakan sebagai yang paling mematikan. Apa yang disebut kelompok Negara Islam (IS) telah menunjuk ADF sebagai Provinsi Afrika Tengah, atau ISCAP.

Pada Maret lalu, Amerika Serikat secara resmi menghubungkan ADF dengan ISIS.

Pemerintah di Kinshasa mengumumkan keadaan pengepungan di Kivu Utara dan Ituri pada bulan Mei dalam upaya untuk menghentikan kegiatan kelompok bersenjata, termasuk ADF.

Perwira militer dan polisi telah menggantikan otoritas sipil sebagai kepala provinsi-provinsi ini.

Lihat juga Video: Langkah WHO Usai Stafnya Dilaporkan Lakukan Pelecehan di Kongo

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)