Dokumen CIA Ungkap Rencana Pembunuhan Sukarno

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 10:07 WIB
Dokumen CIA sebut pembahasan rencana pembunuhan Presiden Sukarno
Sukarno disebut dibunuh di Wisma Yasoo (BBC World)
Jakarta -

Cucu Presiden RI pertama Sukarno, Didi Mahardika, menyebut kakeknya dibunuh di Wisma Yasoo. Dokumen CIA mengungkap adanya rencana untuk melakukan pembunuhan terhadap Sukarno. Namun dokumen itu mengklaim rencana pembunuhan Sukarno tak pernah terealisasi.

Seperti dilansir dari BBC, pada 2017, sebuah dokumen Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA, terungkap. Isinya antara lain memperlihatkan ada pembahasan tentang rencana pembunuhan Presiden Sukarno.

Dalam dokumen tahun 1975, Wakil Direktur Perencanaan CIA saat itu, Richard Bissell, memberikan kesaksian bahwa ada pembahasan di dalam badan itu tentang upaya 'atas kehidupan Presiden Indonesia Sukarno yang perkembangannya sejauh identifikasi dari satu aset yang mungkin direkrut untuk tujuan ini'.

"Rencana itu tidak pernah tercapai, tidak pernah disempurnakan pada titik yang tampaknya mungkin dilakukan," tulis Dokumen CIA tertanggal 30 Mei 1975 tersebut terkait Sukarno.

Dokumen setebal 83 halaman mencatat Bissell kemudian menegaskan CIA 'sama sekali tidak ada kaitan dengan kematian Sukarno, yang wafat pada 21 Juni 1970'. Ini adalah waktu ketika kondisi Sukarno memburuk setelah diasingkan di Wisma Yasoo.

Sehubungan dengan kedua rencana tersebut, dia menyatakan tidak ada rencana yang akan dilakukan tanpa otorisasi di luar badan itu. Selain itu, tidak ada otorisasi yang dilakukan untuk rencana atas Sukarno.

Dokumen CIA (NSA via BBC)Dokumen CIA (NSA via BBC) (NSA via BBC)

Untuk diketahui, pada masa itu, Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet terlibat dalam Perang Dingin. Kedua negara adidaya ini saling berebut pengaruh dunia.

Sukarno, saat itu, dianggap sebagai sosok pemimpin dunia yang condong kepada kelompok Uni Soviet, meskipun Sukarno menjadi salah satu tokoh penyeru gerakan non-blok.

Screenshot Dokumen CIA Soal Rencana Pembunuhan Sukarno (Screenshot from www.archives.gov)Screenshot dokumen CIA soal rencana pembunuhan Sukarno. (Dok. www.archives.gov)

Dalam dokumen itu juga disebutkan rencana pembunuhan kepala negara lain yang berkuasa pada saat itu adalah Perdana Menteri Kongo, Patrice Lumumba. Bissell mengatakan tahu ada diskusi yang merencanakan pembunuhan Lumumba dan 'pejabat kasus diarahkan untuk melihat kemungkinan tersebut'.

Sukarno Dibunuh?

Sebelumnya, pernyataan Didi ini muncul dalam channel YouTube V Entertainment.id saat berbincang dengan host channel tersebut, yaitu YouTuber Nandatanya. Host awalnya bertanya soal video musik TRAH-Untuk Indonesia Raya garapan Didi Mahardika. Pertanyaannya seputar lokasi pengambilan video.

"Ada cerita apa di balik video musik TRAH, terus kenapa di tempat ikonik seperti di rumah Cilandak ini, ada apa dengan Rumah Cilandak, Bundaran HI, GBK, dan Museum Satriamandala? Museum Satriamandala atau Wisma Yasoo, Mas?" tanya host kepada Didi.

"Mulai gue datang di Satriamandala atau yang disebut Wisma Yasoo, itu adalah tempat peristirahatan terakhir Bung Karno yang seolah-olah kayak diasingkan tanpa melalui tidak diberikan kesempatan untuk membela dirinya di persidangan, seperti diasingkan...," ujar host melanjutkan.

Didi memotong pernyataan tersebut. Dia menambahkan pernyataan bahwa Bung Karno dibunuh di Wisma Yasoo.

"Aku tambahin dikit, Mas, tidak hanya diasingkan, tapi di situlah Bapak kita, Bapak Bangsa, Bapak Proklamator kita, yang memperjuangkan kita semua, dibunuh di situ, dibunuh, iya, harus banyak yang tahu," ujar Didi.

Host mempertanyakan keyakinan Didi atas pernyataannya. Didi menegaskan bahwa dia yakin.

"Pasti. Apa perlu gua ulang lagi?" ujarnya.

"Kalau mau ada yang bertanya, mungkin bisa ditanyakan ke ahli sejarah. Dan ahli sejarah yang bisa menceritakan apa adanya," imbuh putra Rachmawati Soekarnoputri ini.

Didi juga mengatakan Museum Satriamandala adalah Wisma Yasoo, tempat hari-hari terakhir Bung Karno. Namun keberadaan Wisma Yasoo, menurut Didi, coba ditutup-tutupi dengan mengubah nama tempat itu menjadi Museum Satriamandala.

Didi menuturkan sempat berbicara dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto soal Wisma Yasoo ini, namun pernyataannya tak dilanjutkan karena dipotong oleh host.

Tonton juga Video: Wacana Mega-Prabowo, Gerindra: Dipicu Peresmian Patung

[Gambas:Video 20detik]