Soal Reunifikasi Damai, Presiden Taiwan Ogah Tunduk Pada China

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 10 Okt 2021 11:28 WIB
Taiwanese President Tsai Ing-wen delivers a speech during National Day celebrations in front of the Presidential Building in Taipei, Taiwan, Saturday, Oct. 10, 2020. Tsai said Saturday she has hopes for less tensions with China and in the region if Beijing will listen to Taipei’s concerns, alter its approach and restart dialogue with the self-ruled island democracy. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen (Foto: AP Photo/Chiang Ying-ying)
Taipei -

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, membalas pernyataan China soal reunifikasi damai. Tsai dengan marah menyebut Taiwan tak akan tunduk dengan China.

"Taiwan akan terus memperkuat pertahanannya untuk memastikan tidak ada yang bisa memaksa pulau ini untuk menerima jalan yang telah ditetapkan China, yang tidak menawarkan kebebasan maupun demokrasi," demikian pernyataan balasan Presiden Tsai Ing-wen untuk China, seperti dilansir Reuters, Minggu (10/10/2021).

Berbicara pada peringatan acara Hari Nasional Taiwan, Tsai mengatakan dia berharap untuk meredakan ketegangan di Selat Taiwan. Dia juga menegaskan Taiwan tidak akan "bertindak gegabah".

"Tapi seharusnya tidak ada ilusi bahwa rakyat Taiwan akan tunduk pada tekanan," katanya dalam pidato di luar kantor kepresidenan di pusat Taipei.

"Kami akan terus memperkuat pertahanan nasional kami dan menunjukkan tekad kami untuk membela diri untuk memastikan bahwa tidak ada yang bisa memaksa Taiwan untuk mengambil jalan yang telah ditetapkan China untuk kami," tambah Tsai.

"Ini karena jalan yang telah ditetapkan China tidak menawarkan cara hidup yang bebas dan demokratis bagi Taiwan, atau kedaulatan bagi 23 juta penduduk kami." imbuhnya.

Diketahui Taiwan yang memiliki pemerintahan demokratis sendiri berada di bawah tekanan militer dan politik yang semakin meningkat dari China, salah satunya misi angkatan udara China yang berulang di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, yang menjadi perhatian internasional.

China, yang terus menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya, ingin Taiwan menerima kedaulatannya. Namun otoritas Taiwan berjanji akan mempertahankan kebebasan yang dimilikinya dan menegaskan bahwa hanya warganya yang bisa memutuskan masa depan negara itu.

Pada Sabtu (9/10) lalu, Presiden China, Xi Jinping, berjanji untuk mewujudkan reunifikasi secara damai dengan Taiwan dan tidak secara langsung menyebutkan penggunaan kekuatan. Namun, dia mendapat reaksi marah dari Taipei, yang mengatakan hanya rakyat Taiwan yang bisa menentukan masa depan mereka.

Simak juga Video: Tindakan Provokatif China Terbangkan Ratusan Jet Tempur ke Taiwan

[Gambas:Video 20detik]