Redakan Ketegangan, Korut Buka Lagi Saluran Komunikasi dengan Korsel

Mutia Safira - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 10:56 WIB
In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un speaks during a parliament meeting in Pyongyang, North Korea Wednesday, Sept. 29, 2021. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Kim Jong-Un (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta -

Korea Utara (Korut) telah memulihkan kembali jalur komunikasi dengan Korea Selatan (Korsel) setelah beberapa bulan menutup saluran telepon lintas batas tersebut.

Langkah tersebut dilakukan beberapa hari setelah pemimpin Korut Kim Jong-Un menyatakan bersedia untuk memulihkan komunikasi meski menekankan bahwa pemulihan hubungan mereka bergantung pada "sikap otoritas Korea Selatan".

Pyongyang sendiri telah meningkatkan uji coba militernya akhir-akhir ini. Negara komunis itu telah menembakkan empat rudal dalam waktu kurang dari sebulan, yang dapat dimaknai sebagai tanda Korea Utara tidak berniat memperlambat pengembangan senjatanya.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/10/2021), pada Senin (4/10) waktu setempat, Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan para pejabat dari kedua Korea telah melakukan panggilan telepon pertama mereka sejak Agustus.

"Dengan pemulihan jalur komunikasi Selatan-Utara, pemerintah mengevaluasi bahwa landasan untuk memulihkan hubungan antar-Korea telah ada," ujar kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

Jalur komunikasi kedua belah pihak telah terputus dan dipulihkan beberapa kali.

Pada tahun 2020, setelah pertemuan puncak antar-Korea yang gagal, Korea Utara meledakkan kantor penghubung Korea Utara-Selatan yang telah dibangun untuk meningkatkan komunikasi.

Pada tahun tersebut, Korea Utara juga memutuskan semua jalur komunikasi dengan Selatan termasuk hotline kedua pemimpin maupun saluran komunikasi militer setelah ketegangan memburuk.

Sempat dilakukan pemulihan pada jalur komunikasi di bulan Agustus, tetapi terputus lagi setelah Seoul berpartisipasi dalam latihan militer bersama dengan Amerika Serikat.

Baik Korea Utara dan Korea Selatan saat ini dapat dikatakan masih berperang secara teknis, dengan tidak tercapainya kesepakatan damai ketika Perang Korea berakhir pada tahun 1953.

(ita/ita)