Serangan Rudal di Kota Marib Yaman Tewaskan 3 Orang-30 Terluka

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 04:04 WIB
Iran conducts multiple ballistic missile tests in what it said is a display of “deterrent power,” defying US sanctions aimed at disrupting its missile program. (File/AFP)
Ilustrasi serangan rudal (Foto: AFP/Photo File)
Dubai -

Serangan rudal meluncur ke Marib, kota strategis di Yaman pada Minggu (3/10). Serangan itu menewaskan tiga orang dan 30 orang terluka.

Dilansir dari AFP, Senin (4/10/2021), tiga orang yang tewas itu terdiri dari seorang wanita dan dua anak. Serangan rudal ini diduga dilancarkan oleh pemberontak Huthi yang didukung Iran.

Dua serangan rudal Huthi menghantam daerah perumahan di kota Marib. Sumber militer mengatakan kepada AFP, bahwa enam wanita dan lima anak-anak termasuk di antara yang terluka.

"Jumlah korban dikonfirmasi oleh sumber medis," katanya.

Salah satu rudal menargetkan rumah kepala staf militer Jenderal Saghir bin Aziz. Sementara yang kedua menghantam rumah warga sipil di sekitarnya.

"Menargetkan perempuan dan anak-anak adalah pekerjaan pengecut," kata Aziz di halaman Facebook-nya setelah serangan itu.

Ratusan gerilyawan dan pasukan pro-pemerintah tewas dalam beberapa pekan terakhir usai pemberontak yang didukung Iran memperbarui kampanye mereka untuk Marib, benteng terakhir pemerintah di utara negara yang kaya minyak itu.

Huthi awalnya meningkatkan upaya mereka untuk merebut Marib pada bulan Februari, berharap untuk mendapatkan kendali atas sumber daya minyak di kawasan itu dan memperkuat posisi mereka dalam pembicaraan damai.

Sekitar 120 kilometer (75 mil) timur ibukota yang dikuasai pemberontak Sanaa, Marib berada di persimpangan antara wilayah selatan dan utara dan merupakan kunci untuk mengendalikan utara Yaman.

Puluhan ribu orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi dalam perang yang meletus pada 2014, setelah Huthi merebut ibu kota Sanaa. Sekitar 80 persen dari 30 juta orang Yaman bergantung pada bantuan, dalam apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Lihat juga Video: Perang Saudara di Yaman Masih Berlanjut

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)