4 Anggota Separatis Tewas dalam Bentrok di Aden Yaman

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 03 Okt 2021 03:10 WIB
A shot is fired by Canadas Zina Kocher as she competes in the Womens Biathlon 4x6 km Relay at the Laura Cross-Country Ski and Biathlon Center during the Sochi Winter Olympics on February 21, 2014, in Rosa Khutor, near Sochi.  AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV        (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)
Ilustrasi (Foto: AFP)
Aden -

Bentrok antara kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) dengan pemerintah terjadi di kota Aden, Yaman. Sumber keamanan mengatakan 4 anggota separatis tewas dalam insiden ini.

Dilansir Reuters, Sabtu (2/10/2021) penduduk mengatakan tembakan berat masih bisa terdengar pada Sabtu tengah hari di distrik Kawah, Aden, yang terdapat kantor pusat pemerintah dan bank sentral. Kota pelabuhan itu telah melihat ketegangan antara pemerintah yang diakui secara internasional dan STC atas kendali selatan negara itu.

Perdana menteri pemerintah yang didukung Saudi kembali ke Aden minggu lalu dari Arab Saudi dan tinggal di istana presiden di Kawah bersama dengan menteri pemerintah lainnya. Presiden Yaman berbasis di Riyadh.

"Kami meminta warga di Kawah untuk tetap di rumah selama beberapa jam ke depan karena pasukan keamanan dan anti-terorisme membersihkan kota dari beberapa... elemen penjahat," kata unit Pasukan Sabuk Keamanan STC dalam sebuah posting Twitter.

Yaman Selatan telah dilumpuhkan oleh perebutan kekuasaan antara pemerintah dan STC yang didukung Uni Emirat Arab. Ketegangan ini menyebabkan protes dalam beberapa bulan terakhir atas kemiskinan yang meluas dan layanan publik yang buruk.

Mereka adalah sekutu nominal di bawah koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi yang telah memerangi gerakan Houthi. Houthi diketahui bersekutu dengan Iran yang menggulingkan pemerintah dari ibu kota Sanaa pada akhir 2014 dan sekarang menguasai sebagian besar Yaman utara dan pusat kota utama.

Arab Saudi menengahi kesepakatan yang bertujuan untuk mengakhiri kebuntuan antara pemerintah dan STC, termasuk membentuk kabinet baru yang mencakup separatis, tetapi pemindahan pasukan yang direncanakan belum dilakukan.

Koalisi melakukan intervensi di Yaman pada 2015 melawan Houthi, akan tetapi konflik terus berlanjut. Akibatnya, menewaskan puluhan ribu orang dan mendorong negara itu ke ambang kelaparan.

(lir/lir)