Sempat Tertunda, Putri Mako Segera Nikahi Warga Biasa

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 16:45 WIB
FILE PHOTO: Princess Mako, the elder daughter of Prince Akishino and Princess Kiko, and her fiancee Kei Komuro, a university friend of Princess Mako, smile during a press conference to announce their engagement at Akasaka East Residence in Tokyo, Japan, September 3, 2017. REUTERS/Shizuo Kambayashi/Pool/File Photo
Putri Mako dari Jepang dan tunangannya, Kei Komuro (REUTERS/Shizuo Kambayashi/Pool)
Tokyo -

Setelah diwarnai kontroversi bertahun-tahun, Putri Mako dari Jepang akan menikah bulan ini. Namun Putri Mako akan meninggalkan ritual tradisional dan menolak pembayaran yang biasa diberikan kepada bangsawan Jepang yang menikahi warga biasa.

Seperti dilansir AFP, Jumat (1/10/2021), Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang menyatakan bahwa Putri Mako, yang merupakan keponakan Kaisar Naruhito, akan menikahi tunangannya, Kei Komuro, yang merupakan warga biasa pada 26 Oktober.

Rencana pernikahan keduanya menuai banyak kritikan, dengan Badan Rumah Tangga Kekaisaran memberitahu wartawan bahwa Putri Mako yang berusia 29 tahun itu menderita gangguan stres pasca-trauma (PTSD) akibat pemberitaan media.

Putri Mako yang merupakan anak perempuan dari Putra Mahkota Jepang, Akishino, telah bertahun-tahun mengulur-ulur rencananya untuk menikahi Komuro, yang juga berusia 29 tahun.

Sesuai aturan kekaisaran Jepang, Putri Mako akan kehilangan gelar bangsawan setelah pernikahannya. Namun, Komuro masih menjadi pembahasan publik terkait tuduhan bahwa ibunya pernah meminjam uang dari mantan tunangannya dan gagal membayarnya kembali.

Setelah tabloid setempat melaporkan klaim itu, kehebohan terjadi di kalangan pasangan muda di Jepang yang menganggap keluarga Kekaisaran Jepang memegang standar yang tepat.

Dengan adanya kecaman dan kontroversi, pasangan ini menunda pernikahan mereka. Komuro kemudian pindah ke AS untuk melanjutkan pendidikan di sekolah hukum -- langkah yang dipandang sebagai upaya meredakan pandangan negatif.