Adik Kim Jong-Un Duduki Jabatan di Badan Tertinggi Pemerintah Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 12:37 WIB
Kim Yo Jong, North Korean leader Kim Jong Uns sister, sits in a meeting room before a meeting with South Koreas President Moon Jae-in at the presidential Blue House in Seoul on February 10, 2018.
Top North Korean officials including Kim Jong Uns sister held landmark talks in Seoul with South Korean President Moon Jae-in, as the US vowed to put all pressure against the nuclear-armed North. / AFP PHOTO / YONHAP / - /  - South Korea OUT / REPUBLIC OF KOREA OUT  NO ARCHIVES  RESTRICTED TO SUBSCRIPTION USE
Kim Yo-Jong, adik perempuan Kim Jong-Un (dok. AFP PHOTO/YONHAP)
Pyongyang -

Kim Yo-Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, ditunjuk menjadi salah satu anggota badan pemerintahan tertinggi di negara komunis tersebut. Dia menjadi satu-satunya wanita yang menjadi anggota Komisi Urusan Negara (SAC).

Seperti dilansir AFP, Kamis (30/9/2021), Kim Yo-Jong yang selama ini dikenal sebagai penasihat penting untuk kakaknya, Kim Jong-Un, dipromosikan untuk sebuah jabatan dalam SAC, di tengah serangkaian perubahan yang disetujui oleh Dewan Rakyat Tertinggi -- parlemen Korut.

SAC diketahui merupakan badan kepemimpinan tertinggi yang berorientasi pada kebijakan negara. Ketua SAC saat ini merupakan pemimpin tertinggi Korut, yakni Kim Jong-Un.

Laporan kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), menyebut tidak kurang dari sembilan anggota komisi itu diberhentikan, termasuk salah satu Wakil Presiden SAC, Pak Pong-Ju dan diplomat Choe Son-Hui, seorang wanita senior yang langka dalam hierarki Korut yang memainkan peran penting dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS).

Surat kabar resmi Korut, Rodong Sinmun, mempublikasikan foto delapan anggota baru SAC pada Kamis (30/9) waktu setempat, dengan Kim Yo-Jong tampak menonjol karena penampilannya yang muda dan sebagai satu-satunya wanita.

Sosok Kim Yo-Jong sering terlihat dekat dengan kakak laki-lakinya -- yang bersekolah bersamanya di Swiss -- termasuk saat pertemuan puncak dengan mantan Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-In.

Peran politiknya yang sebenarnya telah sejak lama menjadi subjek spekulasi, juga kemungkinan dia menggantikan kakaknya suatu hari nanti -- sebuah transisi yang akan memberikan pemimpin wanita pertama bagi Korut yang konservatif secara sosial.

Simak video 'Kim Jong un Tawarkan Korsel Dialog Demi Pemulihan Hubungan':

[Gambas:Video 20detik]