Soal Telepon ke China, Jenderal AS Ungkap Pejabat Era Trump Tahu

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 12:13 WIB
House of Representatives (HOR) atau DPR AS mulai mempertimbangkan pemakzulan kedua Donald Trump. Ia secara resmi dituduh menghasut pemberontakan dan penyerbuan para pendukungnya di gedung parlemen, Capitol Hill, Rabu (6/1/2021) lalu.
Donald Trump (dok. AP Photo)
Washington DC -

Jenderal top Amerika Serikat (AS), Mark Milley, memberikan pembelaan penuh atas tindakannya pada era pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk percakapan telepon dengan jenderal top China karena khawatir Trump akan melancarkan serangan nuklir usai kalah pilpres 2020.

Seperti dilansir CNN, Rabu (29/9/2021), Milley mengungkapkan bahwa banyak pejabat senior pada pemerintahan Trump telah diberitahu soal percakapan telepon, yang dikecam oleh Trump sebagai 'pengkhianatan' tersebut.

Hal itu disampaikan Milley saat dirinya dan para pejabat militer senior AS berbicara di hadapan anggota Komisi Angkatan Bersenjata Senat AS dalam sidang membahas penarikan tentara AS dari Afghanistan, pada Selasa (28/9) waktu setempat.

Di hadapan para Senator AS, Milley menyatakan bahwa percakapan telepon dengan jenderal China yang bertujuan memastikannya bahwa AS tidak akan melancarkan serangan militer pada saat itu, tidak hanya sudah tepat tapi juga diketahui oleh sejumlah pejabat senior pemerintahan Trump.

"Saya secara pribadi memberitahu baik Menteri Luar Negeri (Mike) Pompeo dan Kepala Staf Gedung Putih (Mark) Meadows soal panggilan telepon itu, di antara topik-topik lainnya. Segera setelah itu, saya menghadiri rapat dengan Pelaksana Tugas Menteri (Pertahanan Chris) Miller, di mana saya memberitahu dia soal panggilan itu," tutur Milley.

Dalam sidang dengan Komisi Angkatan Bersenjata Senat AS, Milley hadir bersama Menteri Pertahanan Lloyd Austin untuk ditanyai seputar penarikan tentara AS dari Afghanistan, yang diwarnai kekacauan hingga berujung berkuasanya kembali Taliban.

Dalam pernyataan pembukaannya, Milley secara spesifik menanggapi laporan soal isi buku berjudul 'Peril' yang ditulis wartawan Washington Post, Bob Woodward dan Robert Costa, yang mengungkapkan soal percakapan telepon antara dirinya dengan jenderal top China serta upayanya membatasi Trump yang pada saat itu berpotensi memerintahkan serangan militer berbahaya.

Tindakan Milley, yang dilaporkan oleh CNN dan media terkemuka AS lainnya pada awal bulan ini menjelang penerbitan buku itu, telah memicu kritik tajam dari Trump dan sekutu-sekutunya, termasuk adanya seruan agar Milley mengundurkan diri dan agar dia diadili atas pengkhianatan.

(nvc/ita)