Pesawat Pengebom AS Tiba-tiba Muncul, Rusia Kerahkan Jet Tempur!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 11:09 WIB
B-52 Stratofortress – The first versions of this long-range heavy bomber flew in 1954. A total of 744 were built, the last of those in 1962. The Air Force maintains 58 B-52s in the active force and 18 in the Reserve. A single B-52 can carry 70,000 pounds of mixed munitions, including bombs, missiles and mines. The eight-engine jets have a range of 8,800 miles. (Master Sgt Greg Steele/US Air Force)
Ilustrasi -- Pesawat pengebom B-52 milik AS (dok. Master Sgt Greg Steele/US Air Force)
Moskow -

Rusia mendeteksi sebuah pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) terbang mendekati wilayah udaranya di atas Samudra Pasifik pada Minggu (26/9) waktu setempat. Sejumlah jet tempur Rusia pun dikerahkan untuk mengawal pesawat AS itu menjauhi wilayah udaranya.

Seperti dilansir CNN, Senin (27/9/2021), kantor berita Rusia, TASS, dalam laporannya yang mengutip Pusat Komando Pertahanan Nasional Rusia menyebut tidak ada pelanggaran perbatasan Rusia dalam insiden itu.

"Tiga jet tempur Sukhoi-35S milik Rusia dikerahkan untuk mengawal sebuah pesawat pengebom strategis B-52H milik AS, yang mendekati wilayah udara Rusia," demikian laporan kantor berita TASS.

"Awak-awak jet tempur mengidentifikasi target sebagai pesawat pengebom strategis B-52H milik Angkatan Udara AS dan mengawalnya melintasi Samudra Pasifik," imbuh laporan tersebut.

"Tidak ada pelanggaran terhadap perbatasan negara Rusia atau kedekatan berbahaya antara pesawat-pesawat itu di udara," tegas TASS dalam laporannya.

Menurut laporan TASS, jet-jet tempur Sukhoi-35S milik Rusia 'secara ketat mematuhi' aturan internasional dan kembali ke pangkalan setelah pesawat militer AS menjauhi perbatasan Rusia.

Simak juga video 'Potret Muram Ibu Kota Haiti Menyambut Warganya yang Didepak AS':

[Gambas:Video 20detik]



Pentagon atau Departemen Pertahanan AS belum mengomentari insiden ini.