Round-Up

'Tukar Guling' Kanada-China di Balik Bebasnya Bos Huawei-Mata-mata

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 06:01 WIB
Vancouver -

Pemerintah Kanada lewat hakim Kanada memutuskan untuk membebaskan serta mengakhiri proses ekstradisi dan pembebasan bersyarat terhadap petinggi raksasa telekomunikasi China, Huawei, Meng Wanzhou. Namun Pemerintah Kanada melakukannya dengan syarat pembebasan 2 WN Kanda yang ditahan China.

Pembebasan Meng Wanzhou ini dilakukan setelah 3 tahun terakhir Meng mendekam di tahanan rumah. Seperti dilansir AFP, Sabtu (25/9/2021), pembebasan ini diputuskan pada Jumat (24/9) waktu setempat usai kesepakatan antara Meng dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) tercapai berkaitan dengan penangguhan dakwaan penipuan yang dijeratkan terhadapnya.

"Saya telah menandatangani perintah pembebasan," ucap Ketua Mahkamah Agung British Columbia, hakim Heather Holmes, pada akhir sidang singkat di mana jaksa Kanada yang bertindak mewakili AS meminta penundaan proses ekstradisi dan pencabutan jaminan bersyarat terhadap Meng.

Keputusan hakim Kanada untuk membebaskan Meng Wanzhou disampaikan beberapa jam setelah jaksa AS mengumumkan kesepakatan yang telah tercapai di mana dakwaan terhadapnya ditangguhkan dan akhirnya dicabut. Meng yang berusia 49 tahun sendiri ternyata putri dari pendiri Huawei, Ren Zhengfei.

Tiga tahun terakhir ini dihabiskan oleh Meng sebagai tahanan rumah di Vancouver, Kanada, sambil menghadapi sidang ekstradisi ke AS untuk menghadapi dakwaan penipuan terkait anak perusahaan Huawei yang menjual perlengkapan di Iran, yang dianggap melanggar sanksi-sanksi AS.

Meng pun sempat mengucapkan terima kasih kepada hakim, para pendukungnya, para pejabat China dan bahkan pemerintah Kanada karena 'menegakkan hukum'. Dia mengakui selama 3 tahun ini menjalani hidup yang kacau.

"Selama tiga tahun terakhir, hidup saya kacau. Waktu saya terganggu sebagai seorang ibu, istri dan eksekutif perusahaan," ucap Meng.

"Namun, saya meyakini setiap persoalan memiliki pelajaran. itu benar-benar pengalaman yang tak ternilai dalam hidup saya. Ada pepatah mengatakan, semakin besar kesulitannya, semakin besar pertumbuhannya," imbuhnya.

Secara terpisah, Departemen Kehakiman Kanada merilis pernyataan yang mengonfirmasi bahwa Meng sekarang 'bebas untuk meninggalkan Kanada'.

Sementara itu, usai menghirup udara bebas, Meng dilaporkan langsung terbang ke Shenzhen dan kembali ke China. Kembaliya Meng ini adalah yang pertama kalinya sejak dia ditangkap di bandara Vancouver pada 1 Desember 2018 lalu.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.