China Serukan Cabut Segera Sanksi-sanksi Afghanistan!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 12:39 WIB
Chinese Foreign Minister Wang Yi, left, and Norwegian Foreign Minister Ine Eriksen Soreide hold a press conference after political talks they had earlier in the evening in Oslo, Thursday, Aug. 27, 2020. The visit is part of a round trip to several European countries. (Heiko Junge/NTB scanpix via AP)
Menlu China, Wang Yi (dok. Heiko Junge/NTB scanpix via AP)

IMF diketahui memblokir akses Taliban terhadap bantuan senilai US$ 440 juta karena 'ketidakjelasan dalam komunitas internasional' soal pengakuan terhadap rezim baru yang kini berkuasa di Afghanistan.

Bank Dunia dan Uni Eropa juga menangguhkan bantuan untuk Afghanistan. Uni Eropa sebelumnya menjanjikan pendanaan jangka panjang dan darurat senilai US$ 1,4 miliar untuk Afghanistan dalam empat tahun ke depan.

Afghanistan telah sejak lama bergantung pada bantuan asing -- yang menyumbang 43 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu tahun lalu, menurut Bank Dunia. Namun dengan penangguhan bantuan dan pendanaan sejak Taliban berkuasa, Afghanistan kini berada di ambang keruntuhan ekonomi.

Krisis kemanusiaan di Afghanistan juga semakin memburuk, dengan Program Pangan Dunia pada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan bahwa satu dari dua warga Afghanistan menghadapi kerawanan pangan.

Untuk menangkal krisis, menurut PBB pekan lalu, para negara donatur termasuk AS dan negara-negara Eropa menjanjikan pendanaan darurat lebih dari US$ 1 miliar untuk Afghanistan.


(nvc/ita)