Ribut-ribut Soal Kapal Selam AS-Australia, Denmark Bela Biden

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 18:52 WIB
President Joe Biden speaks about the end of the war in Afghanistan from the State Dining Room of the White House, Tuesday, Aug. 31, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Presiden AS Joe Biden (Foto: AP Photo/Evan Vucci)
Jakarta -

Pemerintah Denmark, salah satu sekutu terdekat Washington di Eropa, tidak setuju dengan kritik Prancis dan Uni Eropa terhadap Amerika Serikat atas kesepakatan kapal selam dengan Australia.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (22/9/2021), Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen bahkan membela Presiden AS Joe Biden sebagai "sangat setia" ke Eropa meskipun Amerika Serikat dan Australia mencabut kontrak kapal selam dengan Prancis, anggota Uni Eropa.

Sikap Kopenhagen ini kontras dengan yang terjadi dalam pertemuan pada Selasa (21/9) waktu setempat di Brussels, Belgia, di mana sebagian besar diplomat Eropa menyatakan solidaritas dengan Paris, meski beberapa juga memperingatkan untuk tidak sampai terjadi keretakan dengan Washington.

"Saya pikir penting untuk mengatakan - mengingat pembicaraan yang sedang berlangsung di Eropa sekarang - bahwa saya melihat Biden sangat setia pada aliansi transatlantik," kata Frederiksen dalam sebuah wawancara dengan harian Denmark, Politiken.

"Dan secara umum, kita seharusnya tidak mengubah tantangan konkret, yang akan selalu ada di antara sekutu, menjadi sesuatu yang tidak seharusnya. Saya akan sangat memperingatkan hal ini," imbuh Frederiksen.

Ditanya apakah dia memahami kritik yang muncul dari Paris dan Brussel, pemimpin Denmark itu menjawab: "Tidak, saya tidak mengerti, saya tidak mengerti sama sekali."

"Itu tidak berarti bahwa kami di pemerintah Denmark harus setuju dengan AS dalam segala hal, dan kami juga mengatakan bahwa kami ingin melihat jalan keluar yang berbeda dari Afghanistan, tetapi saya sama sekali tidak merasa frustrasi dengan pemerintahan AS yang baru," ujar Frederiksen.

Simak Video: Wamenlu: Kapal Selam Nuklir Australia Ganggu Stabilitas Kawasan

[Gambas:Video 20detik]