Korban Pelanggaran HAM di Turki Bersuara di Turkey Tribunal

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 14:44 WIB
Little girl waving Turkish flag on sunny beautiful day
Foto: Ilustrasi bendera Turki (Getty Images/iStockphoto/atakan)

Dogan mengatakan dia ditahan 10 hari setelah kudeta gagal itu dan dibawa ke gym yang digunakan sebagai pusat penahanan setelah upaya kudeta oleh unit kontraterorisme (TEM) Departemen Kepolisian Ankara.

"Saya dipukuli, ditelanjangi dan dipukul dengan tongkat," kata Dogan.

Hakim Ketua Dr. Fran├žoise Barones Tulkens bertanya apakah dia bisa menceritakan metode kekerasan lain yang dia alami selain pemukulan. Dogan mengatakan polisi juga melecehkannya.

Dogan mengatakan polisi meminta dia memberi mereka nama setidaknya 10 orang, dan menjanjikan akan dibebaskan jika dia melakukannya.

Dogan mengatakan ia juga melihat polisi membawa tiga wanita ditahan dengan tahanan lain.

Setelah Dogan, Eren Keskin, seorang pengacara dan aktivis HAM di Turki, bersaksi secara daring melalui panggilan video.

Keskin mengatakan masalah yang paling mendesak dalam hal penyiksaan adalah sulitnya mendokumentasikan penyiksaan.

Untuk diketahui, peradilan independen ini mengklaim telah memberikan kesempatan pada pemerintah Turki untuk melakukan pembelaan. Namun, pemerintah Turki tidak memakai haknya ini. Pengadilan ini akan mengumumkan putusannya juga akan dipublikasikan lewat situsnya.


(rdp/ita)